Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:04 WIB
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,13 Persen
Aloysius Budi Kurniawan | made | Selasa, 10 November 2009 | 22:18 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III tahun 2009 mencapai 5,13 persen dibandingkan tahun 2008. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan III nasional yaitu 4,21 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jatim terjadi pada beberapa sektor, seperti angkutan dan komunikasi 12,94 persen, pertambangan dan penggalian 7,89 persen, jasa 6,43 persen, perdagangan, hotel, dan restoran 5,75 persen, serta persewaan dan jasa perusahaan 5,71 persen.

"Pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran sebagian besar didorong oleh perdagangan barang-barang konsumsi baik makanan maupun non makanan. Sedangkan, pertumbuhan sektor angkutan dan komunikasi sebagian besar dimotori subsektor komunikasi dan subsektor angkutan udara," kata Irlan, Selasa (10/11) di Surabaya.

Menurut Irlan, pada triwulan II 2009, beberapa fenomena ekonomi di Jatim seperti ziarah makam Walisongo jelang puasa, konsumsi masyarakat di bulan Puasa dan Lebaran, stimulus pemerintah, pertumbuhan produksi industri menjadikan kinerja ekonomi di Jatim tumbuh positif menembus angka lebih dari lima persen.

Perekonomian Jatim pada triwulan III 2009 dalam nominal produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp 178,18 triliun. Sedangkan secara kumulatif (sejak Januari hingga September 2009) besaran PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 515,68 triliun.

Hibah tetap dikucurkan

Meski Jatim mengalami pertumbuhan ekonomi relatif tinggi dibandingkan nasional, Pemprov Jatim masih mencatat sebanyak 481.000 keluarga berkategori sangat miskin, 1,2 juta keluarga miskin, dan 1,4 juta keluarga mendekati miskin. Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ketiga golongan masyarakat ini, Pemprov Jatim menerapkan program hibah dan subsidi bunga kredit pinjaman.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, Pemprov Jatim akan mengucurkan hibah bagi dua kategori, yaitu keluarga sangat miskin dan miskin. Sedangkan bagi keluarga berkategori mendekati miskin akan diberikan bantuan subsidi bunga kredit pinjaman.