BANDUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 2,7 juta warga Kabupaten Bandung meminum obat cacing diethylcarbamazine sebagai program eliminasi penyakit kaki gajah. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tanggal 10 November hingga lima tahun ke depan.
Menurut Bupati Bandung Obar Sobarna, Selasa (10/11), Kabupaten Bandung dinyatakan sebagai daerah endemi penyakit kaki gajah setelah ditemukan 31 kasus di 23 desa pada 5 kecamatan selama tahun 2007-2009. Dari hasil survei darah jari, ditemukan populasi di atas satu persen yang darahnya mengandung larva microfilaria.
"Hingga kini, sudah 70 persen warga meminum obat. Tinggal menunggu sisanya yang masih bekerja," ujar Obar, Selasa (10/11) pagi.
Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Rita Kusriati, menjelaskan bahwa larva microfilaria disebarkan oleh nyamuk. Bila ada penderita kaki gajah, maka nyamuk yang menggigitnya berpotensi menularkan larva microfilaria ketika menggigit orang lain.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati menerangkan, setiap orang akan meminum tiga kapsul, yaitu DEC, parasetamol, dan albendazole. Parasetamol dan albendazole digunakan untuk mengatasi efek samping yang mungkin timbul akibat meminum DEC.
