Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:37 WIB
Di Lalubi, Transmigran Terancam Kelaparan
Josephus Primus | primus | Selasa, 10 November 2009 | 09:22 WIB
|
Share:

TERNATE, KOMPAS.com - Ribuan transmigran di lokasi pemukiman transmigrasi Lalubi, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) terancam kekurangan pangan, menyusul kekeringan yang melanda lahan pertanian mereka sejak beberapa bulan terakhir.
    
"Transmigran di Lalubi saat ini tidak bisa menanami sawah dan ladangnya dengan tanaman pangan, karena di sana sedang terjadi kekeringan," kata salah seorang transmigran asal Lalubi, Marioto di Ternate, Selasa (10/11).
    
Transmigran di lokasi tersebut kini terancam kekurangan pangan, sehingga mereka banyak yang pergi ke kota, seperti ke Labuha, ibu kota Kabupaten Halsel dan Ternate, ibu kota Provinsi Malut untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
    
Menurut Marioto, di lokasi pemukiman mereka sebenarnya ada fasilitas irigasi yang dibangun oleh Pemprov Malut beberapa tahun silam. Namun irigasi itu tidak dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah.
    
Saluran irigasi yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah tersebut tidak bisa dialiri air, bahkan banyak yang sudah dipenuhi rumput. Ini diduga akibat adanya kesalahan teknis dalam pembangunanya.
    
Ia, selanjutnya, mengimbau Pemkab Halsel atau instansi terkait lainnya agar memperhatikan nasib transmigran di lokasi tersebut, terutama kalau kekeringan terus berlanjut sampai akhir tahun ini.
    
Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah bantuan benih dan pupuk untuk musim tanam saat hujan turun nanti, karena para transmigran di lokasi tersebut umumnya tidak memiliki lagi dana untuk membelih benih dan pupuk. "Kami juga mengharapkan agar Pemprov Malut memperbaiki irigasi yang ada di lokasi pemukiman transmigrasi Lalubi tersebut. Kalau irigasi di sana berfungsi baik, transmigran tidak akan kesulitan mengairi sawah pada musim kemarau seperti sekarang," katanya.
    
Dari Pemkab Halsel diperoleh keterangan bahwa sejauh ini pemkab belum menerima laporan atas kekeringan yang terjadi di lokasi pemukiman Lalubi tersebut. Namun pemkab tidak akan berdiam diri kalau transmigran di sana kekurangan pangan akibat kekeringan itu.
    
Pemkab Halsel selalu mengalokasikan agaran miliaran rupiah dalam APBD untuk menangani berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, seperti terjadinya gempa bumi, banjir atau musibah lain termasuk kekeringan.

 

Sumber :
Ant