DENPASAR, KOMPAS.com - Virus rabies yang biasanya menyerang anjing diduga mulai menjalar ke sapi dan saat ini Balai Besar Vateriner (BBV) Denpasar melakukan uji laboratorium atas sampel darah sapi.
"Petugas kami sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap sapi yang diduga terkena rabies," ujar Kabid Perlindungan Pengawasan Obat Hewan Dinas Peternakan Bali Made Sukerni di Denpasar, Senin (9/11).
Pihaknya telah mengirim sampel darah ke BBV Denpasar, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun hingga kini hasilnya belum diketahui. Ia berharap, pekan ini sudah diketahui hasilnya, apakah positif rabies atau sebaliknya.
Kasus yang dilaporkan itu terjadi di Kabupaten Tabanan dan Badung yang sebagaimana diketahui kedua daerah itu merupakan kawasan yang terkena wabah rabies.
Menurutnya, kemungkinan sapi terkena rabies bisa saja terjadi, untuk itu pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus ini.
Dinas Peternakan juga sudah melakukan upaya penanganan, seperti sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar cepat melapor kepada petugas-petugas terdekat dengan lokasi rabies center.
"Jika warga melihat ada tanda-tanda seperti penyakit rabies yang menyerang sapi atau lainnya, segera laporkan sehingga bisa dilakukan tindakan tepat," kata Sukerni.
Selain itu, petugas kesehatan juga telah disiapkan khusus untuk penanganan penyakit rabies di masing-masing puskesmas.
Di Tabanan, tiga puskesmas telah menyiapkan sarana penanganan rabies, termasuk tenaga medisnya, yakni di Puskesmas Kediri, Selemadeg dan Tabanan.
"Kami memberi penyuluhan langsung kepada masyarakat lewat dokter atau perawat puskesmas yang ada tentang pencegahan dan penanganan penyakit rabies," ujar Kabid Pengendalian, Penyuluhan dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bali, Ketut Subrata.
Informasi adanya kasus rabies menyerang sapi yang digigit anjing juga disampaikan ahli virus pada laboratorium Biomedika-Biologi Molekuler Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Prof Dr I Gusti Ngurah Mahardika.
Dia mengatakan, sepekan yang lalu dirinya mendapat telepon dari masyarakat di Tabanan mengenai adanya kasus sapi, yang diduga terkena rabies.
"Pagi hari saya ditelpon, sayangnya sore hari sapi yang dikatakan kena rabies sudah dipotong," ujar Mahardika.
Ada dua kasus yang diinformasikan kepada dia, namun, dirinya belum bisa melihat langsung kondisi sapi tersebut karena warga sudah memotong lebih dahulu.
Jika melihat penyebaran penyakit rabies, sangat mungkin virus itu menyerang sapi yang mudah ditemukan di desa-desa di wilayah Tabanan dan Badung.
Penularan virus ini, hanya bisa dilakukan lewat gigitan anjing sebagai hewan pembawa rabies. "Mungkin sapi-sapi itu terkena gigitan anjing sehingga bisa tertular rabies," katanya.
