Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:06 WIB
Puluhan Warga Luka Berat akibat Gempa Bima
| wsn | Senin, 9 November 2009 | 12:38 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
ilustrasi

TERKAIT:

MATARAM, KOMPAS.com — Hingga Senin pukul 10.40 Wita, sekitar 30 warga ditemukan luka berat akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter yang terjadi pada pukul 03.41 Wita di Bima, 28 km barat laut Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
   
"Jumlah korban luka berat yang mencapai 30 orang itu kami peroleh dari Pemerintah Kabupaten Bima," kata Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Bachrudin, Senin (9/11).

Ia mengatakan, sebanyak 30 warga yang luka berat akibat gempa tektonik itu berdomisili di Desa Kuluh, Kecamatan Asa Kota, Kabupaten Bima. Adapun 18 warga lainnya dari desa lain di Kabupaten Bima dilaporkan juga mengalami luka-luka dan kini sedang dirawat di rumah sakit dan puskesmas setempat.
   
Menurut data yang dihimpun Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, ada 78 rumah rusak berat dan ratusan rumah lainnya rusak ringan.
  
"Menurut laporan, daerah yang dilanda gempa yakni tiga kecamatan di Kota Bima dan enam kecamatan di Kabupaten Bima," ujarnya. Tiga kecamatan di Kota Bima itu Kecamatan Sorimandi (Desa Sarita, Punti, dan Sa’i), Kecamatan Ambalawi (Desa Bonto, Nangana’e dan Nipa), dan Kecamatan Bolo. Sementara itu, enam kecamatan di Kabupaten Bima sedang dalam proses inventarisasi.
   
Mengenai bantuan tanggap darurat, Bachrudin mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima agar memanfaatkan stok beras tanggap darurat yang ada. "Saat ini ada 2,5 ton beras bantuan sosial yang ada di Kota Bima dan 5,5 ton beras di Kabupaten Bima. Silakan digunakan dan kami rasa cukup karena ada jenis bantuan tanggap darurat lainnya selain beras," ujarnya.
   
Kalaupun beras tanggap darurat itu dianggap kurang, kata Bachrudin, pihaknya segera mendistribusikan stok beras yang ada di gudang provinsi yang mencapai 59 ton. "Mengenai bantuan tidak ada masalah, kalau kurang kami dropping dari provinsi," ujarnya.
   
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Selaparang, Mataram, menyebutkan bahwa lokasi gempa di 8,24 Lintang Selatan-118,65 Bujur Timur, pada kedalaman 25 kilometer di bawah permukaan laut.
   
Pusat gempa juga berada pada 139 kilometer Barat Laut Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 139 kilometer Timur Laut Sumbawa Besar, NTB, 206 kilometer Barat Laut Ruteng, NTT, dan 208 kilometer Timur Laut Taliwang, Sumbawa Barat, NTB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sumber :
ANT