Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:02 WIB
Disbudpar Maluku Akan Gelar Pesta Teluk Ambon
Jodhi Yudono | jodhi | Sabtu, 7 November 2009 | 01:41 WIB
|
Share:

Dokumentasi Pemerintah Kota Bogor
Gong berdiameter dua meter terbuat dari logam kuningan akan dipasang di Kota Gondollo di Negara Hongaria, Uni Eropa. Seremonial pelepasan Gong Perdamaian Dunia asal Indonesia berlangsung di halaman Balai Kota di Jalan Juanda, Kota Bogor, Senin (14/4) pukul 10.00 WIB.

AMBON, KOMPAS.com--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maluku akan menggelar Pesta Teluk untuk memeriahkan perayaan Hari Perdamaian Dunia dan Tahun Kunjungan Wisata, dijadwalkan di Ambon pada 20 Nopember 2009.

"Pesta Teluk diselenggarakan tanggal 14 Nopember, menampilkan lomba arumbai manggurebe (perahu khas Maluku), perahu menggurebe, mancing dan renang di Teluk Ambon," kata Kasubdin Pemasaran Disbudpar Maluku, Niko Ngeljaratan, di Ambon, Jumat.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan mengembalikan kecintaan warga kota Ambon terhadap warisan budaya leluhur, sekaligus wahana promosi wisata bahari Maluku.

Lomba arumbai maupun perahu mangurebe ditetapkan lokasi startnya di pelabuhan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) IX, Desa Halong, Kecamatan Baguala, finish di depan pasar ikan higienis, Tantui, Kecamatan Sirimau.

Sedangkan renang start dari Lanmatal IX Ambon dan finish di kawasan Kate-Kate, Kecamatan Teluk Ambon. Lomba mancing akan dipusatkan di perairan pulau Ambon. "Kami jadwalkan semua kegiatan selesai sore hari," kata Niko.

Ia mengungkapkan, peserta lomba arumbai manggurebe terdiri dari komunitas Kristen dan Islam yang memiliki pertalian hubungan persaudaraan "Pela-Gandong". Saat ini sudah terdaftar tujuh regu yang akan mengikuti lomba tersebut.

"Lomba yang mencerminkan kerukunan hidup ’orang basudara’ itu sekaligus menunjukkan bahwa jalinan keharmonisan yang diwariskan para leluhur tetap lestari serta tidak luntur oleh perkembangan zaman," ujarnya.

Niko mengatakan, kegiatan lain yang juga dilakukan adalah  karnaval budaya Maluku, seminar perdamaian dan pembukan pameran.

"Karnaval melibatkan budaya dari 20 suku di tanah air yang diprogramkan mengarak gong perdamaian dunia untuk ditempatkan pada monumen yang sedang dirampungkan pembangunannya pada bekas taman kota Pelita Ambon," katanya.

Perayaan Hari Perdamaian Dunia ke-29 telah dicanangkan Gubernur Karel Albert Ralahalu sejak 11 Oktober 2009, bertepatan dengan malam terakhir kegiatan Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) yang juga dihadiri Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani.

Rencananyam, puncak perayaan Hari Perdamaian Dunia di Kota Ambon ditandai pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Gong Perdamaian Dunia saat ini sedang dibuat oleh seniman di Jepara, Jawa Tengah, dan dijadwalkan dikirim ke Ambon antara tanggal 10-15 November.

Sumber :
Ant