MAMUJU, KOMPAS.com - Harga komoditi kakao yang dijual petani di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) kepada pedagang pengumpul naik sejak sepekan terakhir.
Sudarman salah seorang petani di Mamuju, Jumat (6/11), mengatakan harga kakao di Mamuju yang dijual oleh petani kepada para pengumpul naik dalam sepekan terkahir, sehingga memberikan keuntungan kepada para petani yang ada di wilayah itu.
Ia mengatakan, harga jual kakao petani yang sebelumnya sekitar Rp 18.000/Kg kepada para pedagang pengumpul kini naik menjadi sekitar Rp 24.000/Kg. "Barusan kami mendapatkan keuntungan dari menjual kakao seperti sekarang ini, harga kakao petani naik sekitar Rp 6000 dari sebelumnya, ini sangat luar biasa karena barusan kembali terjadi sejak 13 tahun lalu yakni sejak krisis moneter melanda Indonesia, dan wilayah ini khususnya di Mamuju, "ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga kakao di Mamuju terjadi karena semakin membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.
Sementara itu salah seorang pedagang pengumpul di Mamuju, Amin mengatakan naiknya harga kakao petani di Mamuju tidak membuat pedagang pengumpul kakao mengalami keuntungan seperti petani. Ia mengatakan meskipun harga kakao petani naik, keuntungan pedagang pengumpul masih tetap seperti sebelumnya.
"Kami hanya untung sekitar Rp 1000 per kg dari kakao petani karena dari harga kakao yang akan kami distribusikan ke Makassar Provinsi Sulawesi Selatan,"ujarnya.
Menurut dia, pedagang pengumpul di Makassar yang akan membeli kakao petani dari pedagang pengumpul di Mamuju membeli dengan harga sekitar Rp 25.000 per kg


