BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Bulog Lampung memastikan pengadaan beras Bulog sudah mencapai 127.084 ton atau 90,77 persen dari target sebesar 140.000 ton. Namun demikian, Bulog Lampung pesimistis mampu memenuhi target karena tingginya harga beras saat ini menyusul berkurangnya produksi.
Kepala Humas Bulog Lampung Edi Hanif, Jumat (6/11) mengatakan, sampai dengan 3 November 2009 pembelian beras petani oleh Bulog Lampung mencapai 127.084 ton dari kontrak pembelian sebanyak 128.004 ton. Dari jumlah pembelian tersebut, Bulog Divre Lampung yang terdiri atas wilayah kerja Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung berhasil membeli 12.440 gabah dari kontrak pengadaan sebesar 12.940 ton gabah.
Dari Sub Divre Lampung Tengah dengan wilayah kerja Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Metro pengadaan beras tercatat sebanyak 56.596 ton dari angka kontrak pengadaan sebesar 56.596 ton.
Sub Divre Lampung Utara yang memiliki wilayah kerja di Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tulang Bawang telah melakukan pembelian beras sejumlah 31.625 ton dari kontrak pengadaan 32.046 ton. Sedangkan dari kantor seksi logistik (kansilog) Kalianda telah melakukan pembelian beras sejumlah 26.423 ton dari jumlah kontrak sebesar 25.388 ton.
Pencapaian pengadaan beras tersebut menambah ketahanan stok Bulog Lampung sampai dengan 4,1 bulan ke depan. Stok beras yang dimiliki Bulog Lampung saat ini berjumlah 47.512 ton.
Edi mengatakan, kendati pengadaan sudah mencapai 90,77 persen namun Bulog Lampung pesimistis mampu memenuhi target pengadaan 140.000 ton. Hal itu karena harga beras di pasaran saat ini terus mengalami kenaikan, sementara harga pembelian Bulog tetap sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 4.600 per kilogram.
Selain itu, produksi atau stok beras di tingkat produsen sudah jauh berkurang. Sesuai hukum permintaan dan persediaan, apabila persediaan barang sudah berkurang sementara kebutuhan tetap, maka harga akan naik. "Sampai saat ini kami sudah kesulitan mendapatkan beras petani. Hal itu terlihat dari jumlah beras yang masuk ke Bulog," ujar Edi.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dody Gunawan Yusuf mengatakan, harga gabah di Lampung selama Oktober memang mengalami peningkatan. Kenaikan harga tersebut terpantau di 24 titik pengamatan di empat kabupaten di Lampung yaitu Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah.
Rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2009 mencapai Rp 2.958,33 per kilogram. Harga tersebut naik 3,6 persen dibandingkan periode September 2009 yang mencapai Rp 2.885,56 per kilogram. Sedangkan harga di tingkat penggilingan mencapai Rp 3.030,28 per kilogram atau naik 3,5 persen dibandingkan harga September 2009 yang mencapai Rp 2.927,92 per kilogram.