CIREBON, KOMPAS.com - Kota Cirebon menyumbang 150 ton sampah per hari dalam setahun terakhir ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kopiluhur, di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Jumlah produksi sampah selama ini selalu naik sekitar 15 persen dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan penduduk.
Dari 150 ton itu, sampah organik hanya berjumlah 25 persen. Sisanya merupakan sampah plastik, styrofoam, kaca dan sebagainya. Kini setelah sembilan tahun digunakan, luas tempat pembuangan akhir sudah mencapai 3 hektar, dengan kedalaman 20-25 meter. Diprediksi, umur TPA hanya akan bertahan 5-6 tahun lagi jika tidak ada usaha daur ulang, kata Sarif Hidayat Kepala UPTD TPA Kopiluhur.
Sarif mengakui para pemulung yang selama ini mengambil sampah anorganik seperti botol plastik bekas, dan kaca mampu mengurangi jumlah pasokan sampah ke TPA Kopiluhur sebanyak 15 persen, tetapi sisa sampah yang tak bisa didaur ulang terpaksa tetap ditumpuk di tempat pembuangan akhir tersebut.
Pabrik pembuatan sampah organik yang dioperasionalkan di TPA, selama ini juga mampu mengurangi jumlah sampah organik sekitar 20 persen dari total sampah yang tertimbun. Tetapi pabrik itu hanya mengolah sampah yang sudah tertimbun sekitar sembilan tahu n karena alasan kualitas kompos.


