Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:20 WIB
Gara-gara Utang Rp 300.000, Digilir Lima Pria
| bnj | Kamis, 5 November 2009 | 13:31 WIB
|
Share:

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

TANJUNG PANDAN, KOMPAS.com — Miris sekali nasib Bunga (14), bukan nama sebenarnya. Gadis cantik yang beranjak remaja ini digilir lima pria di sebuah kamar hotel di Tanjung Pandan.

Kejadiannya sekitar September lalu. Peristiwa yang dialami Bunga sempat tidak diketahui keluarganya. Bunga baru memberanikan diri melaporkan ulah Rd dan kawan-kawan ke Polres Belitung hampir dua bulan kemudian, Senin (2/11).

Perubahan sikap korban yang menjadi pemurung dan sering bolos sekolah mengundang kecurigaan pihak sekolah. Setelah orangtuanya dipanggil, barulah Bunga mengungkapkan kejadian yang telah dialaminya.

Orangtua Bunga pun melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Belitung. Empat pelaku, Rd, Fb, Md, dan Ud, berhasil diamankan. Sementara itu, Hj saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Kejadian bermula ketika Bunga terlilit utang Rp 300.000 dengan tersangka berinisial Rd. Sebelum kejadian, Bunga sempat bertemu Rd dan Fb serta teman wanita Fb berinisial Ar.

Saat mereka berkumpul, Rd lalu menagih utangnya. Namun, Bunga mengatakan belum memiliki uang untuk membayarnya saat itu.
"Pengakuannya korban punya utang Rp 300.000 kepada Rd," kata Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Jojo Sutarjo, seizin Kapolres Belitung AKBP Suharjo, kepada grup Bangka Pos, Rabu.

Bunga yang kebingungan harus melunasi utang tersebut memilih diam. Saat itulah, Fb menawarkan kepada korban untuk melunasi utangnya dengan cara bersedia melayani Fb dan seorang temannya dengan imbalan uang.

Entah mengapa, korban saat itu menyetujui tawaran Fb tersebut. "Korban bersedia waktu itu melayani Fb dan seorang temannya dengan catatan akan dibayar," kata Jojo.

Selanjutnya pada 26 September, Bunga bertemu Ar, Fb, Rd, Md, Ud, dan Hj di penginapan di Tanjung Pandan. Bunga menepati kesepakatannya untuk melayani Fb dan Md demi melunasi utangnya. Sementara itu, Rd, Ud, dan Hj menunggu di luar kamar.

Seusai melayani Md dan Fb, korban berniat langsung pulang. Namun, tak disangkanya, Ud tiba-tiba masuk dan memaksa korban melayaninya. Korban berusaha berontak karena tak bersedia memenuhi keinginan Ud. Namun, apa daya, ia tak kuasa menahan Ud.

Tak berhenti di situ, Hj kemudian masuk setelah Ud keluar kamar. Korban kembali diminta melayani Hj hingga terakhir terpaksa melayani Rd. "Korban digilir satu per satu oleh pria-pria tersebut," kata Jojo.

Korban yang menyesali perbuatannya tidak berani melaporkan kejadian yang menimpanya kepada orangtua atau siapa pun.

Ia memilih bungkam. Hari demi hari sikapnya berubah menjadi pemurung dan sering tak masuk sekolah. Sikap korban ini mengundang kecurigaan pihak sekolah untuk menanyakan perubahan pada diri Bunga.

"Melihat perubahan sikap korban, pihak sekolah memanggil orangtua korban. Dan setelah ditanyai barulah korban mengakuinya. Akhirnya, korban dan orangtuanya baru melaporkan hal tersebut ke Polres Belitung," kata Jojo.

Jojo menegaskan, empat pelaku telah diamankan dan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Empat pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaaan intensif.

"Kami kenakan UU Perlindungan Anak dan Pencabulan dengan ancaman penjara minimal sembilan tahun penjara," kata Jojo.

Hingga berita ini diturunkan, grup Bangka Pos belum dapat meminta konfirmasi kepada para pelaku karena belum diizinkan mengingat para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.

Akibat ulah Rd dkk membuat Bunga tertekan. Keceriaannya pun memudar. "Aku malu untuk kembali sekolah. Mungkin semua teman-teman mengetahuinya. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana," ujarnya ditemani ibunya kepada pemeriksa Polres Belitung.

Bunga menyatakan tak terima dengan perlakukan para pelaku. Ia meminta para pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. "Aku tidak mau. Tapi, dia memaksa aku. Dan aku tidak kuasa karena tenaga aku tidak cukup kuat melawannya," kata Bunga.

Ia mengakui terlilit utang sehingga terpaksa menerima tawaran Fb. Tapi, apa yang telah dialami, menurut Bunga, tidak sesuai dengan apa yang dibayangkannya.

"Malam itu, kami memang pergi bersamaan. Namun, perjanjiannya tidak seperti ini. Aku tidak terima atas perlakukan para pria itu," tegasnya. (i6)

Sumber :
Bangka Post