Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:13 WIB
Presiden Dijadwalkan Hadiri Hari Perdamaian Dunia 20 November
Heru Margianto | mbonk | Kamis, 5 November 2009 | 09:45 WIB
|
Share:

AMBON, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menghadiri perayaan Hari Perdamaian Dunia ke-29 yang akan diselenggarakan di kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku pada 20 November 2009.
    
Ketua Panitia Hari Perdamaian Dunia lokal, Cak Saimima, Kamis (5/11), mengatakan, Kepala Negara telah menyetujui kehadirannya saat pertemuan dengan Menko Kesra, Agung Laksono dan sejumlah deputi Kementerian Menko Kesra, Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu di Jakarta, 3 November 2009.
    
Presiden menginstruksikan Mendagri Gamawan Fauzi dan Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi agar berkoordinasi untuk menghadirkan sejumkah veteran dari 32 provinsi lainnya guna menghadiri perayaan  Hari Perdamaian Dunia di Ambon itu.
    
"Jadi sedang dikoordinasikan kehadiran para veteran itu memanfaatkan jasa kapal laut milik PT. Pelni atau pesawat sehingga tidak terlambat tiba di Ambon pada puncak perayaan dengan Presiden SBY menabuh gong perdamaian dunia yang sudah rampung pembuatannya oleh seniman Jepara, Jawa Tengah (Jateng)," ujar Cak.
    
Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pemerintahan itu mengatakan gong perdamaian dunia akan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kepada Menko Kesra Agung Laksono selanjutnya diteruskan ke Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di Jepara pada 9 November 2009.
    
"Momentum yang dihadiri juga Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani akan diresmikan situs bumi jalan lintasgong perdamaian dunia oleh Menko Kesra," katanya.
    
Gong tersebut akan diangkut ke Ambon dengan pesawat hercules yang waktunya dijadwalkan H - 8. Panitia lokal, kata dia, telah mempersiapkan penyambutan gong setelah tiba di Bandara Internasional Pattimura yang jaraknya dengan lokasi monumen sekitar 36 km dengan berbagai atraksi seni dan budaya khas Maluku.
    
Tari lenso (sambut tamu) dan cakalele (perang) siap menyambut gong. Sedangkan karnaval menampilkan budaya dari 20 suku di tanah air akan mengarak gong untuk ditempatkan pada monumen.
    
"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang mengkoordinasikan kegiatan tersebut dengan tujuan memperkaya khasanah budaya bangsa sebagai cerminan Bhineka Tunggal Ika," ujar Cak.
 
Aneka kegiatan
   
Kegiatan lainnya yang disiapkan memeriahkan Hari Perdamaian Dunia yang pencanangannya oleh Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu sejak 11 Oktober 2009 adalah renang di Teluk Dalam Ambon, lomba arumbai manggurebe (perahu tradisional khas Maluku), festival budaya, festival teluk, seminar budaya, lomba olahraga tradisional dan pameran.
    
Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani mengatakan Menko Kesra, Agung Laksono telah berkoordinasi dengan Presiden SBY yang menyetujui waktu  Perayaan Perdamaian Dunia di Ambon pada 20 November 2009  sehingga acara ini menjadi kebanggaan bagi Maluku karena 28 penyelenggaraan sebelumnya dipusatkan di ibu kota negara.
    
"Masyarakat Maluku harus mendukung kehormatan bangsa Indonesia untuk meyelenggarakan perayaan hari perdamaian dunia di Ambon sebagai ibu kota provinsi setempat dengan memelihara stabilitas keamanan kondusif sehingga para tamu tidak ragu ke daerah paska konflik sosial sejak 19 Januari 19999," katanya.
    
Dia menilai ini peluang strategis bagi Maluku untuk menunjukkan bagi dunia internasional bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah perayaan dunia internasional karena benar-benar masyarakat telah hidup berdampingan kembali dengan damai.
    
"Saya siap menyukseskan kegiatan ini di Ambon karena merupakan tolok ukur strategis untuk acara 'Sail Banda' dan olimpiade perdamaian internasional tingkat Asia pada 2010," ujar Djuyoto Suntani.

Sumber :
Antara