MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang karyawan PT Makassar Te’ne ditemukan tewas tenggelam dalam kolam limbah gula di perusahaan tersebut. Sebelum tewas, korban bernama Muhammad Rusdi (35) ini bersama dua rekan kerjanya, yakni Valensius dan Syarifuddin mengambil sampel limbah yang berada di belakang pabrik.
Kepala Kepolisian Sektor Kota (Posekta) Tamalanrea, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rosmina menyebutkan jika korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita dalam kolam tersebut oleh para karyawan Makassar Te’ne. "Tadi kami mengerahkan SAR dari Marinir dan Ambulans, namun saat mereka bersiap-siap mencarinya, korban telah ditemukan oleh karyawan," ungkapnya.
Meski sudah ditemukan, hingga kini tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana proses jatuhnya korban ke dalam kolam yang dalamnya dua meter ini. "Hasil visum luar dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara menyebutkan jika di tubuh korban tidak ditenukan adanya bekas penganiayaan atau kekerasan. Jadi ini murni kecelakaan," sebutnya.
Kepala Operasional Makassar Te’ne, Habuang, menjelaskan jika pihak perusahaan menyerahkan kasus ini kepada Polisi untuk diusut dan perusahaan akan memberikan konpensasi sesuai aturan Jaminan Sosial Keselamatan Kerja (Jamsostek). Sedangkan istri korban, Fatmawati, tidak curiga jika suaminya terindikasi menjadi korban pembunuhan.
Meski demikian, Fatma tampak terpukul dengan kepergian suami tercinta yang meninggalkan seorang anak berusia tiga tahun.


