Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 10:43 WIB
Penambang Pasir Kediri Diobrak-abrik Petugas
Runik Sri Astuti | made | Rabu, 4 November 2009 | 16:51 WIB
|
Share:

KEDIRI, KOMPAS.com - Sedikitnya 200 orang gabungan aparat penegak hukum mendatangi penambang pasir Sungai Brantas di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mereka menghentikan aktivitas para penambang, mengambil dan menghancurkan peralatan mereka serta memperinga tkan agar tidak melakukan kegiatannya kembali.

Petugas merupakan gabungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur, Satpol PP Kabupaten Kediri, anggota Polres Kediri dan personel TNI Angkatan Darat dari Kodim 0809 Kediri. Sedikitnya tujuh kendaraan termasuk sebuah truk besar dikerahkan.

Sedikitnya ada enam titik aktivitas penambang pasir yang di datangi petugas. Keenam titik itu tersebar di Kelurahan Mritjan Kota Kediri, Desa Jongbiru dan Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Satu unit Crane diturunkan ke lapangan untuk menarik mesin disel penyedot pasir dari sungai. Peralatan lain yang dibawa petugas adalah palu, gergaji mesin, dan berbagai senjata tajam serta alat berat pembongkar mesin.

Sedikitnya tiga mesin disel diangkut petugas ke atas truk. Sejumlah belt conveyor juga disita. Ditambah lagi ribuan batang bambu yang telah digergaji. Ratusan batang bambu yang tidak terangkut, diperebutkan oleh warga sekitar sebagai bahan bakar memasak.

Kepala Bagian Operasional Satpol PP Jawa Timur Soleman mengatakan dalam razia kali ini pihaknya sengaja bertindak lebih keras dan tegas. Jika pada razia-razia sebelumnya petugas masih membiarkan penambang membersihkan peralatan sendiri, kali ini petugas langsung merusak dan menyitanya.