TUBAN, KOMPAS.com - Sehari setelah tabrakan maut truk Varia Usaha bermuatan semen dengan bus Medali Mas di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menyebabkan delapan tewas, tiga luka berat dan 13 luka ringan, kecelakaan kembali terjadi di wilayah pantura Tuban. Kecelakaan kali ini terjadi di Jalan Tuban-Semarang kilometer 5, Desa Beji, Kecamatan Jenu.
Trailer bernomor polisi B 9629 WV tanpa muatan yang dikemudikan Nurdianto, warga Jombang, Senin (2/11) sekitar pukul 06.00 bertabrakan dengan truk tronton Varia Usaha bernomor polisi W 8285 UB yang dikemudian Yunus, warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kedua sopir mengalami luka ringan di bagian muka, tangan dan kaki.
Kecelakaan ini terjadi saat trailer B 9629 WV melaju dari arah Semarang menuju Surabaya dengan kecepatan tinggi. Pada saat bersamaan lima truk gandeng melaju beriringan dari arah Tuban menuju Semarang. Di lokasi kejadian trailer oleng ke kanan melebihi marka jalan dan menabrak bagian samping truk gandeng pertama.
Sopir trailer selanjutnya membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Namun setelah itu trailer kembali oleng ke kanan dan menghantam truk gandeng berikutnya bernomor polisi W 8285 UB yang dikemudikan Yunus. Yunus berusaha mengerem laju kendaraan namun kendaraannya tetap tertabrak tralier. Akibatnya bagian depan kedua kendaraan ringsek.
Kepala Unit Kecelakaan, Satuan Lalulintas Kepolisian Resor, Tuban Inspektur Satu M Faqih menjelaskan truk trailer menabrak dua truk bermuatan semen. Namun, satu truk bermuatan semen tidak begitu parah sehingga melanjutkan perjalanan. Beruntung pula tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun terjadi kemacetan dan arus lalu lintas kembali normal pukul 08.00. Evakuasi trailer cukup sulit karena kemudinya patah sehingga sulit dikendalikan.
Sopir truk maupun trailer diperiksa intensif. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi menunjukkan saat berada di atas jembatan truk trailer melebihi marka jalan. Kepada polisi, Nurdianto mengaku tidak mengantuk, namun stir kemudinya mengalami gangguan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tuban Inspektur Satu Sugeng Setia Trisna mengimbau kepada pengguna jalan untuk hati-hati terutama di wilayah pantura Tuban karena jalurnya sempit tetapi volume kendaraan padat. Pengendara diimbau tidak melanggar aturan berlalu lintas termasuk melintasi marka jalan.
Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa tabrakan antara bus Medali Mas dengan truk Varia Usaha yang menyebabkan delapan orang tewas. Polisi baru memeriksa sopir truk Tabri dan sejumlah saksi serta mengumpulkan bahan keterangan dan barang bukti. Sementara sopir bus belum bisa dimintai keterangan.
Di Bojonegoro, Sukinah (30), warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, meninggal dunia karena tertabrak mobil Toyota Avanza bernomor polisi L 1243 WC yang dikemudikan Ihad Rustandi (26) warga Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Sukinah tertabrak saat menyeberang dengan sepeda angin di Jalan Babat-Bojonegoro, sepulang dari tempatnya bekerja CV Lantai Mas sekitar 500 meter dari rumahnya.
Saat hendak menyeberang ke arah rumahnya Sukinah terseret Avanza hingga 25 meter. Sukinah tewas di tempat kejadian dengan luka di sekujur tubuh. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Sudirman menyatakan warga sempat akan menghakimi sopir Avanza, Ihad Rustandi, beruntung polisi segera menengahi. Ihad pun di bawa ke pos polisi Proliman selanjutnya dibawa ke Unit Kecelakaan Satlantas Polres Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan.
