TUBAN, KOMPAS.com — Bus pariwisata PO Medali Mas bernomor polisi N 7241 UA, yang membawa rombongan dari Paiton Probolinggo untuk berziarah ke Kudus, bertabrakan dengan truk bernomor polisi W 9644 UA bermuatan semen milik PT Varia Usaha. Tabrakan terjadi pada Minggu (1/11) sekitar pukul 09.05 di jalan raya pantura di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dari 65 penumpang bus, delapan dinyatakan meninggal dunia, 13 luka ringan, dan tiga luka berat.
Dokter di RSUD R Koesma, dr Indraswari, menyebutkan, rata-rata korban yang meninggal akibat benturan keras di bagian kepala. Korban meninggal adalah Yunus (6), Kholik (20), Faisol (17), Abdul Halim (65), Musti'ah (45), Admo (60), Lasimin (65), dan Sadiyah (30). Semua warga yang tewas tersebut berasal dari Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Petugas sempat kesulitan mengidentifikasi Sadiyah karena tidak ada identitas apa pun. Sadiyah luka parah di kepala, dan sempat tergencet sehingga sulit dievakuasi. Sementara korban luka yang saat ini dirawat di Instalasi Rawat Darurat kebanyakan mengalami patah tulang kaki, tangan, hingga punggung. Semuanya masih ditangani secara intensif karena mengalami luka parah.
Kepala Unit Kecelakaan Kesatuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tuban Inspektur Satu M Faqih menjelaskan, bus Medali Mas melaju dari arah Tuban ke Semarang dan mendahului mobil yang tak diketahui identitasnya sehingga melebihi marka jalan. Dari arah berlawanan, truk gandeng bermuatan penuh semen dalam kecepatan tinggi sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.
Setelah terjadi benturan dua kendaraan itu, truk bermuatan semen terguling. Badan bus bagian kanan hancur dan delapan orang dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke RSUD Dr Koesma Tuban dan Puskesmas Jenu. Penumpang bus yang meninggal kebanyakan duduk di bagian kanan depan. "Pada saat tabrakan terjadi sebagian besar penumpang bus tertidur dan penumpang pun terlempar dari tempat duduknya. Kami masih memeriksa saksi-saksi belum menentukan siapa yang menjadi tersangka dalam kecelakaan ini," kata Faqih.
Salah seorang penumpang yang selamat, Bari, menuturkan, penumpang selamat mengalami luka-luka benturan di kepala, tangan, dan anggota tubuh lainnya. Penumpang yang selamat juga terpukul karena tidak menyangka ziarah yang akan dilakukan di Kudus menuai petaka.
Akibat kecelakaan tersebut, jalan raya pantura Tuban macet sekitar 5 kilometer dari arah Surabaya ataupun dari arah Semarang. Truk bermuatan penuh semen milik Varia Usaha terguling di jalan sebelah kanan dari arah Tuban. Petugas dari pos polisi lalu lintas Jenu dan Satlantas Tuban diterjunkan untuk mengevakuasi kendaraan dan penumpang serta menata arus lalu lintas. Kemacetan bertambah karena warga berusaha ikut mengevakuasi korban.


