Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 10:30 WIB
Pratu Hesmin Dikeroyok di Depan Mapolres Mamuju
IGN sawabi | Abi | Minggu, 1 November 2009 | 14:20 WIB
|
Share:

MAMUJU, KOMPAS.com — Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang didatangkan untuk ikut dalam program Bhakti TNI Terpadu, Pratu Hesmin, bernasib malang. Sekelompok pemuda melakukan penganiayaan yang dilakukan tepat di depan Polres Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
      
Penganiayaan yang dilakukan sekelompok pemuda terjadi Sabtu (31/10) malam pukul 21.30 Wita. Korban yang juga anggota TNI AL itu mengalami luka memar di sekujur tubuhnya dan terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju untuk diberikan pertolongan medis setempat.

Akibat penganiayaan tersebut, kini korban masih mendapat perawatan intensif karena kondisi masih lemah, bahkan kepala korban harus dibalut dengan perban karena mengalami luka serius.
    
Korban yang ditemui di RSUD, Minggu, mengakui telah dianiaya oleh sekelompok orang. "Saya dihakimi oleh oknum polisi akibat kesalahpahaman," kata Hesmin dengan bahasa terbata-bata.
    
Ia meminta agar aparat kepolisian bisa memberikan rasa keadilan kepada setiap warga. "Kalau memang saya salah, kenapa mereka (polisi) menghakimi saya," kata dia.
    
Sementara itu, Wakil Kapolres Mamuju Kompol Setyohadi, dalam keterangan persnya, mengatakan, pelaku penganiayaan yang menimpa oknum TNI itu untuk sementara belum diketahui. "Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kami masih sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut," kata dia.
    
Ia juga mengatakan, sebelum ada kejadian pemukulan aparat TNI, awalnya korban mendatangi Polres Mamuju bersepeda motor berboncengan dengan temannya tanpa menggunakan helm. "Aparat kami melakukan penahanan terhadap korban karena melakukan pelanggaran berlalu lintas," kata Setyohadi.

"Kami tidak tahu siapa yang memukul karena kondisi lampu yang padam akibat pemadaman listrik menyulitkan kami untuk mengidentifikasi pelaku," ujarnya. Ia menambahkan, atas kejadian tersebut, pihaknya sementara melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku pengeroyokan.

Sumber :
ANT