Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:27 WIB
Hindari Petir dan Puting Beliung, Jangan di Ruang Terbuka
Benny N. Joewono | bnj | Kamis, 29 Oktober 2009 | 14:58 WIB
|
Share:

ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di alam terbuka sehubungan akan munculnya kilatan petir.

"Kilatan atau sambaran petir akan muncul pada musim pancaroba mendatang, yakni pada peralihan musim kemarau ke musim hujan," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Endro Tjahyono, di Denpasar, Kamis (29/10).

Kilatan petir cukup berbahaya bagi warga yang menjalankan aktivitas di alam atau ruang terbuka, seperti di areal persawahan yang luas tanpa pepohonan tinggi, atau di tanah lapang yang biasa dipakai bermain sepakbola.

Endro mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di alam terbuka selama berlangsungnya musim pancaroba. "Saat musim pancaroba yang disertai kilatan petir, warga hendaknya menjauh dari alam atau lokasi terbuka," katanya.

Dengan demikian, kilatan cahaya petir yang tidak jarang menyambar warga atau bahkan binatang piaraan, dapat dihindari.

Selain petir warga harus waspada terhadap kemungkinan munculnya angin puting beliung di beberapa daerah Pulau Dewata.

"Udara yang cukup panas belakangan ini, kemudian berganti ke musin hujan, berpotensi terjadinya angin puting beliung. Untuk itu, masyarakat harus waspada," katanya.

Musim pancaroba akan mulai memasuki Bali dalam waktu yang tidak lama lagi. "Sebentar lagi akan memasuki musim pancaroba. Pada peralihan musim ini akan muncul fenomena puting beliung, seiring kerap munculnya awan cumulonimbus, yakni awan hitam pekat," ujar Endro.

Bersamaan munculnya awan hitam pekat, biasanya akan terjadi kilatan petir. "Oleh karena itu, bila tiba-tiba muncul mendung tebal, warga hendaknya tidak melakukan aktivitas di daerah terbuka, karena petir biasanya menyambar kawasan itu," katanya.

Sumber :
ANT