Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 10:07 WIB
Suebu: Pemuda Papua Harus Berperan Dalam Pembangunan
Ichwan Susanto | wsn | Rabu, 28 Oktober 2009 | 08:18 WIB
|
Share:

KOMPAS/ADI SUCIPTO K
ilustrasi gerak jalan

 

JAYAPURA, KOMPAS.com - Para pemuda di Papua diingatkan akan fungsi penting dirinya sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerahnya. Dalam peringatan Sumpah Pemuda Provinsi Papua, Rabu (28/10) pukul 06.00 di Kota Jayapura, yang dimeriahkan dengan jalan sehat, pemuda diminta bangkit dan berperan dalam pembangunan di Papua.

Jalan sehat menempuh jarak tiga kilometer ini diikuti sekitar 300 peserta dari pegawai Pemprov Papua, anggota TNI, pelajar, dan pegawai badan usaha milik negara/daerah.

Gubernur Papua Barnabas Suebu yang memimpin jalan sehat ini mengatakan peringatan Sumpah Pemuda Ke-81 ini tidak dilakukan secara formal. "Peringatan Sumpah Pemuda Ke-81 ini kita gelar lebih santai dengan mengedepankan penghayatan," ujarnya yang berpakaian santai dengan celana pendek.

Bersama gubernur, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen AY Nasution dan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Palty Simanjuntak serta Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia DPD Papua Rifai Darus tampak berkeringat usai mengikuti jalan sehat yang dimulai dan diakhiri dari Kantor Gubernur di Dok II.

Gubernur Suebu mengatakan pemuda merupakan agen pembaruan yang harus mampu membawa kemajuan bagi sekelilingnya. Karena itu, ia mengharapkan pemuda Papua dapat turut menyukseskan program rencana pembangunan strategis kampung (Respek) yang telah dimulainya.

Dalam program Respek itu, ribuan kampung di Papua mendapatkan dana Rp 100 juta dari Pemprov Papua untuk menentukan perencanaan dan pembangunan daerahnya. Dana ini biasanya ditambah lagi oleh pemkab setempat menjadi berkisar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

Pada kesempatan itu, Suebu juga mencangangkan Kampung Percontohan Pemuda. Rifai Darus, Ketua KNPI Papua menuturkan kampung percontohan pemuda ini ada di tiap kabupaten/kota di Papua.

Para pemuda di kampung akan didampingi dan diberi ruang untuk membantu daerahnya. Pemuda Papua tidak boleh lagi berpikir primordial. Pemuda harus mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi daerahnya, ujarnya.