Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
JAMBI, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi memprediksi peluang besar terjadinya angin kencang dan puting beliung hingga dua pekan ke depan. Masyarakat diimbau mewaspadai perubahan cuaca ekstrem selama masa transisi ini.
Kepala BMKG Provinsi Jambi RL Tobing mengatakan, terjadi pergeseran musim kemarau tahun ini, yang berdampak pada mundurnya musim penghujan. Saat ini, wilayah Jambi memasuki masa transisi yang diperkirakan hingga memasuki pertengahan November.
"Musim penghujan pada tahun-tahun sebelumnya sudah terjadi pada pekan ketiga Oktober. Namun, pada tahun ini terjadi kemunduran. Saat ini, Jambi memasuki masa transisi," ujarnya di Jambi, Selasa (27/10).
Selama masa transisi, lanjut Tobing, kondisi cuaca cenderung ekstrem. Hal tersebut terlihat dalam sepekan terakhir, suhu sangat tinggi pada siang hari, lalu beberapa kali terjadi angin kencang serta hujan deras menjelang sore. Kencangnya angin bahkan sampai mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah terbang di Kabupaten Muaro Jambi.
Jadwal tanam
Dengan mundurnya musim penghujan, Tobing juga mengimbau petani untuk menyesuaikan jadwal tanam mereka. "Sebaiknya petani ikut mengundurkan waktu tanamnya," ujarnya.
Dalam pantauan di sentra penanaman padi Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, para petani belum menebar benih padi. Hamparan sawah tadah hujan masih dipenuhi dengan rumput liar. Hanya sebagian kecil petani yang tetap menanami lahan mereka dengan sayuran yang dapat dipanen dalam jangka pendek.
Darus, petani di Desa Pudak, telah menanami sayur kangkung sejak sebulan terakhir. Menurut Dia, menanam sayur lebih memungkinkan ketimbang padi karena masa panennya yang lebih pendek. "Daripada lahan dibiarkan menganggur, lebih baik ditanami sayur. Lumayan untuk menambah penghasilan," katanya.