MANADO, KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo H Sarundajang mengatakan pemerintah provinsi Sulut akan tetap menjadi pemegang saham pengendali di Bank Sulut.
"Bank Sulut tidak akan beralih ke daerah lain, karena pemerintah provinsi sudah menyiapkan tambahan dana," kata Gubernur Sarundajang di Manado, Minggu (25/10).
Nilainya, belum dipastikan berapa besarnya, tetapi akan diupayakan signifikan dengan tambahan modal dari pemegang saham lainnya.
Sarundajang mengatakan, saling berlombanya para pemegang saham bank kebanggaan masyarakat Sulut menambah modal merupakan hal yang positif.
"Modal Bank Sulut harus terus ditambah karena bank ini selain dituntut sebagaimana aturan pemerintah juga karena tuntutan persaingan antar bank yang makin kompetitif," kata Sarundajang.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Jumat, komposisi saham Pemrov Sulut turun menjadi 49,35 persen dari sebelumnya 55,76 persen.
Turunnya saham Pemrov Sulut tersebut menyusul setoran modal dari beberapa pihak sebesar Rp 17,32 miliar, di antaranya beberapa kabupaten/kota dari Provinsi Gorontalo, yang bahkan sudah menargetkan tambahan modal hingga Rp 100 miliar.
Total modal disetor dari 15 pemegang saham Bank Sulut saat ini mencapai Rp 150,7 miliar terdiri dari jumlah saham sebanyak 1.507.185 lembar.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi sebelum RUPSLB hanya Rp 133,39 miliar dengan jumlah saham 1.333.968 lembar.


