JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa gempa yang mengguncang Indonesia, berujung pada rusaknya bangunan warisan budaya kuno. Karenanya langkah perbaikan warisan tersebut mendesak untuk dilakukan. Hal itu diungkap oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Hari Untoro Djarat di Depbudpar, Jumat (23/10).
Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan perbaikan candi akibat gempa di Sumatera Barat dan Yogyakarta. "Langkah tindak penanganan di Sumbar untuk tanggap darurat selama dua bulan," ujar Hari. Tanggap darurat meliputi koordinasi, pengamanan darurat warisan budaya dan pendokumentasian data kerusakan. "Sedangkan pemulihan meliputi studi dan pengkajian serta pemugaran bangunan yang rusak," tutur Hari.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pascagempa Yogyakarta pihaknya masih berfokus untuk menangani perbaikan di kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu. Pemugaran Candi Brahma dan Candi Wisnu akan selesai tahun 2009. Sedangkan tahun 2010 agendanya adalah pengkajian Candi Siwa, pemugaran Candi Apit, Candi Angsa, dan pagar Kompleks Candi Prambanan serta Candi Sewu. "Untuk tahun 2011, pemugaran Candi Siwa," pungkas Hari.
