Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:58 WIB
Korban Gempa Diminta Buka Platinanya
Eny Prihtiyani | msh | Kamis, 22 Oktober 2009 | 19:30 WIB
|
Share:

BANTUL, KOMPAS.com- Masih adanya sejumlah korban gempa yang belum melepas platinanya membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul memutuskan untuk membuka pendaftaran kembali pelepasan platina gratis. Penderita cacat bisa menghubungi Paguyuban Penyandang Cacat Indonesia Cabang Bantul.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Kamis (22/10).

"Kami menerima laporan kalau masih ada sebagian yang belum dilepas. Jadi kami fasilitasi mereka melalui organisasi yang ada. Silakan untuk mengh ubungi paguyuban sebelum data tersebut diserahkan ke saya untuk pengajuan anggaran ke provinsi dan pusat," katanya.

Menurut dia, pelepasan platina sebenarnya sudah diprogramkan pada tahun 2008. Saat itu ada 600 orang kuota disediakan. Dari jumlah itu 560 orang berhasil dilepas platinanya, sementara sisanya tidak diperbolehkan untuk dilepas karena pertimbangan medis.

Namun, karena dalam perkembangannya masih ada permintaan pelepasan maka kesempatan tersebut dibuka kembali. Pelepasan tidak dikenai biaya dan dilakukan oleh rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah tulang.

Biaya yang ditanggung berkisar Rp 4 juta-Rp 5 juta per orang. "Sebenarnya dulu kami sudah minta supaya pendataannya akurat. Jangan sampai ada yang terlewat. Ternyata masih saja ada yang terlewat," katanya.  

Pelepasan platina diharapkan bisa memperbaiki kehidupan para penderita cacat korban gempa. Setelah dilepas mereka bisa lebih nyaman dalam beraktivitas. Secara fisik, mereka bisa bergerak lebih bebas dan mandiri, sehingga bisa bekerja lebih optimal. Kalau sudah bekerja optimal, maka kesejahteraan keluarga juga bisa ditingkatkan.