BOYOLALI, KOMPAS.com - Rumah Arca Sonokridanggo Boyolali yang menjadi tempat penyimpanan ratusan benda cagar budaya sudah tak lagi layak karena terlampau sempit. Pemerintah Kabupaten Boyolali berencana memindahkan rumah arca itu ke Pracimoharjo di Kecamatan Cepogo, tetapi hingga kini masih terganjal keterbatasan anggaran.
"Di sini tersimpan sekitar 340 benda cagar budaya. Sebenarnya sudah terlalu sempit, sampai ada yoni yang harus ditaruh di luar rumah arca karena enggak muat. Tetapi mau bagaimana lagi," kata Giyanto (38), juru pelihara Museum Arca Sonokridanggo, Selasa (20/10).
Rumah arca yang digunakan sejak awal tahun 1990 itu berukuran 12 meter kali 12 meter. Ruang yang sempit dan koleksi yang banyak ini menyebabkan pengunjung yang hendak melihat-lihat peninggalan dari masa Hindu dan Buddha pada abad ke-8 hingga abad ke-10 itu tak nyaman. Nyaris tak tersedia ruang gerak memadai di antara deretan arca batu yang ditemukan di berbagai pelosok Boyolali itu.
Koleksi rumah arca sebagian besar berupa lembu nandi, serta yoni yang merupakan lambang kesuburan wanita. Selain itu, ada pula relief arca berwujud Siwa guru yang bertubuh tambun dan berjanggut serta Siwa Mahadewa. Selain itu, ada pula patung Durga, perempuan bertangan delapan yang menginjak banteng, serta Ganesha dan Wisnu yang menaiki garuda. Di luar rumah arca juga terdapat patung Ganesa setinggi 1,5 meter dan yoni yang tingginya sekitar 1 meter.


