Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 13:26 WIB
111 Warga Karangpatihan Idiot
IGN sawabi | Abi | Selasa, 20 Oktober 2009 | 09:39 WIB
|
Share:

dokumentasi Kompas
Warga miskin perlu perhatian pemerintah

TERKAIT:

PONOROGO, KOMPAS.com - Ratusan warga Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), menderita gizi buruk. Data resmi yang dikeluarkan pemerintah desa setempat menyebutkan, sedikitnya ada 49 KK atau sekitar 111 jiwa yang saat ini mengalami keterbelakangan mental (idiot), akibat minimnya asupan gizi sejak kecil.

“Mereka tersebar di empat dusun yang ada di Desa Karangpatihan, yakni Dusun Tanggungrejo, Bibis, Krajan, dan Bendo. Dari empat dusun itu, konsentrasi yang paling banyak ditemukan warga idiot ada di Tanggungrejo,” kata Kepala Desa Karangpatihan, Daud Cahyono.

Kondisi warga desa ini secara umum memang memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang pertumbuhan fisiknya tidak normal. Seperti badan yang terlalu kecil dibanding usianya, tubuh kurus, mata cekung, busung lapar, dan masih banyak lagi gejala kurang gizi lainnya.

Tapi dari sekian gejala gizi buruk yang ditemukan, sebagaimana diakui oleh aparat desa setempat, paling banyak adalah gejala keterbelakangan mental atau yang lebih dikenal dengan istilah idiot.

Dari 111 jiwa yang masuk kelompok keluarga dengan masalah keterbelakangan mental, sebagaimana data resmi desa, mayoritas warga idiot ini berusia 40 tahun ke atas. Sebagian lain berusia antara 30-40 tahun, dan sebagian kecil lagi adalah usia balita hingga dewasa (30 tahun).

Dari total 1.756 KK yang tercatat di administrasi desa, 1.203 KK di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah sebanyak itu sudah termasuk 49 KK yang sebagian atau seluruh anggota keluarganya mengalami keterbelakangan mental/idiot.

“Rinciannya, 49 KK masuk golongan miskin dan terbelakang (idiot), 298 KK miskin di bawah garis merah, dan 856 KK masuk golongan miskin garis kuning,” kata Daud terus terang.

Dari jumlah sebanyak itu, warga yang sudah dipastikan mengalami gizi buruk ada 111 jiwa. Data ini, kata Daud maupun perangkat lain, mengacu pada jumlah KK miskin dan terbelakang yang ditemukan memiliki anggota keluarga dengan kondisi idiot.

Memang belum ada analisa medis yang secara resmi mengatakan banyaknya warga desa sini yang idiot disebabkan oleh gizi buruk.

“Tapi kami sebagai perangkat desa yang tahu langsung bagaimana kehidupan sehari-sehari rata-rata warga sini, berani memastikan keterbelaakangan mental yang mereka alami memang karena faktor makanan yang jauh dari memenuhi kategori empat sehat lima sempurna,” kata Jagabaya Desa Karangpatihan, Paimin.

Sumber :
ANT