JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang periode 2007-2009 penerapan konversi minyak tanah ke elpiji menghemat keuangan negara sebesar Rp 10,7 triliun. Karena itu, Pertamina akan terus meningkatkan penggunaan elpiji pada rumah tangga dan usaha mikro.
Hal ini disampaikan Deputi Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya dalam acara syukuran pencapaian 40 juta paket perdana konversi bagi kalangan rumah tangga dan usaha mikro, Senin (19/10) di Jakarta.
Menurut data yang ada, sepanjang periode tahun 2007-2009, program konversi ini dilakukan telah berhasil menghemat subsidi negara Rp 19,98 triliun. Biaya yang dikeluarkan untuk paket konversi sekitar Rp 9,3 triliun. Jadi, total penghematan yang sudah dapat dilakukan negara adalah Rp 10,7 triliun.
Sejak dimulainya program konversi tahun 2007, konsumsi elpiji terus meningkat. Untuk tahun 2009 ini, Pertamina memprediksikan total penggunaan elpiji akan menembus angka 3 juta metrik ton. Angka itu terdiri dari 1,7 juta miton untuk elpiji bersubsidi dan 1,3 juta ton elpiji nonsubsidi.


