Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:46 WIB
Negara Hemat Rp 10,7 Triliun dari Program Konversi
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Senin, 19 Oktober 2009 | 14:05 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Negara berhasil melakukan penghematan subsidi BBM hingga Rp 10,7 triliun dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram yang dimulai sejak tahun 2007.

Deputi Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di kantornyag, Jakarta, mengatakan, sepanjang periode 2007 hingga 2009 program konversi ini dilakukan, telah berhasil menghemat subsidi negara sebesar Rp 19,08 triliun. Dari jumlah tersebut, ada biaya yang harus dikeluarkan untuk paket konversi sekitar Rp 9,3 triliun. "Jadi, total penghematan yang sudah dilakukan sekitar Rp 10,7 triliun," ujarnya, Senin (19/10).

Hanung mengatakan, sejak awal program, konsumsi elpiji terus meningkat. Pada awal program, Mei 2007, telah dibagikan 4 juta paket, tahun 2008 sebanyak 15 juta paket, dan hingga pertengahan Oktober tahun ini sebanyak 21 juta paket dari target 23 paket hingga akhir tahun ini.

"Hingga kini, penarikan minyak tanah telah mencapai 97 persen, yakni sebesar 4,1 juta kiloliter dari target APBN-P 2009 yang mencapai 4,1 juta kiloliter," tandasnya.