Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:32 WIB
Pertamina: Baru Tahun Depan, Harga Elpiji Naik Lagi
Evy Rachmawati | Edj | Jumat, 16 Oktober 2009 | 13:15 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Pekerja mengisi tabung elpiji 12 kilogram di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji PT Sinar Mutiara Indah, Srengseng, Jakarta, Jumat (9/10). Selisih biaya pembelian gas sebagai bahan baku elpiji (CPARMCO) sebesar Rp 7.700 per kg dengan harga jual Rp 5.750 per kg membuat Pertamina masih merugi dalam penjualan elpiji 12 kg.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan harga elpiji non-subsidi dipastikan tidak akan berlanjut sampai akhir tahun ini. Harga elpiji non-subsidi kemasan 6 kg, 12 kg, dan 50 kg baru akan dinaikkan lagi tahun depan.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan dalam jumpa pers, Jumat (16/10) di lobi Gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta. Acara itu juga dihadiri Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan jajarannya.

Menurut Karen, Pertamina baru-baru ini menaikkan harga elpiji Rp 100 per kilogram. Jadi, untuk elpiji non-subsidi kemasan 12 kg, harganya naik Rp 1.200 per tabung. "Kenaikan harga ini lebih murah dibandingkan harga sebungkus rokok," ujarnya.

Untuk ke depan, pemerintah akan memantau fluktuasi harga yang berkembang di pasaran. Jika harga elpiji di pasar internasional turun, maka harganya akan diturunkan. Namun, bila harga elpiji naik, Pertamina akan menaikkan harga secara bertahap. "Tapi tidak tahun ini, kemungkinan tahun depan," kata Karen.