JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan harga elpiji non-subsidi dipastikan tidak akan berlanjut sampai akhir tahun ini. Harga elpiji non-subsidi kemasan 6 kg, 12 kg, dan 50 kg baru akan dinaikkan lagi tahun depan.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan dalam jumpa pers, Jumat (16/10) di lobi Gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta. Acara itu juga dihadiri Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan jajarannya.
Menurut Karen, Pertamina baru-baru ini menaikkan harga elpiji Rp 100 per kilogram. Jadi, untuk elpiji non-subsidi kemasan 12 kg, harganya naik Rp 1.200 per tabung. "Kenaikan harga ini lebih murah dibandingkan harga sebungkus rokok," ujarnya.
Untuk ke depan, pemerintah akan memantau fluktuasi harga yang berkembang di pasaran. Jika harga elpiji di pasar internasional turun, maka harganya akan diturunkan. Namun, bila harga elpiji naik, Pertamina akan menaikkan harga secara bertahap. "Tapi tidak tahun ini, kemungkinan tahun depan," kata Karen.

