PONTIANAK, KOMPAS.com - Puluhan rumah dan kios di Kecamatan Pontianak Kota , Kalimantan Barat, rusak diterjang angin puting beliung, Selasa (13/10). Bahkan beberapa di antara rumah semipermanen roboh sehingga penghuninya terpaksa mengungsi.
Angin puting beliung menerjang bersamaan dengan turunnya hujan lebat, sekitar pukul 14.15. Kawasan yang diterjang angin puting beliung meliputi sepanjang Jalan Pangeran Natakusuma, Jalan Su tomo, dan daerah Kota Baru.
Atap puluhan rumah dan bangunan kios yang terbat dari seng beterbangan dibawa angin. Dahan-dahan pohon banyak yang patah dan papan reklame bertumbangan. Satu mobil Kijang bernomor polisi KB 1235 WL milik Siti Fatimah (50) yang tengah terpar kir di Jalan Natakusuma rusak tertimpa dahan pohon rambutan.
"Saya hampir saja tertimpa kayu rumah yang roboh. Beruntung bisa menghindar dan tidak sampai terluka," kata Harsidin (54), warga setempat.
Eli Ermawati (27), warga Gang Sekolah, mengaku terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya karena rumahnya ambruk dan tidak bisa dihuni lagi. Anak saya empat masih kecil-kecil . Suami saya hanya penjaga malam. Kami sangat membuthkan bantuan untuk membangun kembali rumah kami, katanya.
Sejumlah kabel listrik di Jalan Natakusuma juga putus tertimpa patahan dahan pohon dan bahan bangunan yang diterbangkan angin. Akibatnya, aliran listri di sejumlah daerah seperti di Jalan Ampera dan Moh Yamin padam.
Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang meninjau langsung ke lapangan memerintahkan jajarannya untuk segera mendata kerusakan rumah dan bangunan akibat angin puting beliung. Ia juga masih mengkaji apakah bisa memanfaatkan dana bantan Departemen Sosial untuk Kota Pontianak senilai Rp 400 juta untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak berat atau roboh.
"Kami memprioritaskan membantu warga yang kurang mampu. Untuk warga yang ru mahnya rusak ringan dan hanya bagian atapnya saja, saya kira bisa memperbaiki sendiri," katanya.
Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pontianak Bambang Hargiyono memberikan peringatan dini, warga perlu mewaspadai kemungkinan curah hujan tinggi yang disertai petir dan angin ribut. Kondisi ini sangat dimungkinkan terjadi saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan pada bulan Oktober ini.
Terkait dengan kemungkinan terjadinya angin ribt sslan, Sutarmidji meminta warga untuk memperkuat bangunan rumah agar jangan sampai roboh. Hal ini penting agar jangan sampai jath korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan.

