Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:24 WIB
Debit Air Turun, Ikan Diserang Herpes
IGN sawabi | Abi | Selasa, 13 Oktober 2009 | 11:34 WIB
|
Share:

KOMPAS/FERRY SANTOSO
Budidaya ikan dengan menggunakan keramba.

BARABAI, KOMPAS.com — Ribuan ikan hasil budidaya keramba di Desa Murung B, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mati akibat terserang virus herpes.
     
"Serangan herpes pada ikan-ikan itu menyusul turunnya debit air sungai yang mengakibatkan buruknya kualitas air," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kehutanan Peternakan dan Perikanan HST Sunar Wiwarni, Selasa (13/10).
     
Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan, diperoleh kepastian penyebab kematian ribuan ikan yang dibudidayakan di dalam ratusan keramba itu adalah karena terserang herpes.

"Sebelumnya, penyakit itu telah lebih dahulu menyerang pembudidaya ikan di kabupaten lain, seperti Tabalong dan Tapin," kata Sunar Wiwarni.
     
Dia mengatakan, virus yang mengakibatkan kematian pada ikan tersebut diketahui merupakan virus bawaan dari Pulau Jawa.

"Karena itu, kami pernah mengeluarkan imbauan kepada warga agar untuk sementara jangan membeli bibit ikan yang berasal dari Jawa," kata Sunar Wiwarni.
     
Dari keterangan warga Desa Murung B yang melakukan usaha budidaya ikan keramba itu, mereka membeli bibit ikan dari Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, sedangkan kabupaten itu sudah lebih dahulu terinveksi.
     
Dengan kualitas air yang buruk saat ini, ikan sangat rentan terserang penyakit. Herpes sebenarnya merupakan virus yang tidak berbahaya bila saja kualitas air tidak dalam keadaan buruk.

Sumber :
ANT