Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Seorang Bocah Melihat 4 Pemuda Sedang Memerkosa ABG

Selasa, 13 Oktober 2009 | 09:12 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com - Sungguh tragis yang dialami S, (ukan inisial nama sebenarnya), warga Dusun/Desa Keras Kecamatan Diwek, Jombang. Siswi Madrasah Tsanawiyah (Mts) di desanya itu menjadi korban perkosaan empat pemuda mabuk di kebun jagung desa setempat. Sebelum diperkosa, gadis itu sempat dicekoki lima gelas minuman keras (miras).

S sempat dilarikan ke RSD Jombang. Selanjutnya, diantar Women’s Crisis Center (WCC) Jombang, S melaporkan peristiwa itu secara resmi ke Polsek Diwek, Senin (12/10). Peristiwa perkosaan terjadi Sabtu (10/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Sekar yang pulang sekolah mengendarai sepeda, mampir ke rumah Wiwik, teman sekolahnya, di Dusun Mejono, Desa Keras. Sekitar pukul 14.15 WIB, dia pulang. Tanpa sadar, dia dibuntuti sebuah sepeda motor yang dinaiki empat pemuda.

Saat melewati kebun jagung, empat pemuda yang dalam kondisi mabuk akibat menenggak miras menghentikan sepeda S. Mereka menyeret S, masuk ke kebun jagung. Selanjutnya, S dibujuk agar minum miras. Awalnya, S meronta dan menolak, namun keempat pemuda itu memaksa mencekoki mulut S dengan miras, hingga gadis ini teler berat.

Secara bergantian keempat pemuda itu menggilir S hingga terkulai lemas. Perkosaan terhenti ketika ada bocah melintas di pematang sawah dan melihatnya. Salah satu pelaku mencoba mengusir si bocah agar menyingkir. Tapi bocah itu membandel, sehingga empat pemuda tersebut memilih kabur.

Selanjutnya, warga desa menolong korban, dan melarikannya ke RSD Jombang untuk pertolongan medis, sekaligus menjalani visum. Polisi yang mendengar kejadian itu segera ke lokasi, dan mengamankan beberapa barang bukti.
“Berdasarkan keterangkan korban, kami sudah mengantongi identitas para pelaku. Cepat atau lambat, pelaku pasti berhasil kami tangkap,” kata AKP Sugeng Widodo, Kapolsek Diwek.

Koordinator Advokasi WCC Sholahuddin mengungkapkan, pihaknya menyerahkan proses hukum terhadap para tersangka ke polisi. “Identitas sudah mereka kantongi. Kami berharap tidak lama lagi para pelaku tertangkap,” kata Sholahuddin. (st8)


Editor : Abi
Sumber: