KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Jaelani Sudah Pesan 2 Liang Lahat Setelah Lebaran
Sabtu, 10 Oktober 2009 | 12:47 WIB

CIREBON, KOMPAS.com — Seperti mendapat firasat kedua anaknya, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir bakal tertembak, Jaelani sempat memesan dua liang lahat di kompleks pemakaman keluarga, beberapa hari setelah Lebaran Idul Fitri 1430 Hijriah.
    
"Empat hari setelah Lebaran, Pak Jaelani sempat mendatangi rumah Pak Jaduli untuk memesan dua liang lahat di kompleks pemakaman Ki Buyut Sirnabaya," ujar Makid, Kadus Benjaran Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/10).
     
Bahkan, beberapa jam setelah peristiwa penyergapan jajaran Densus 88 di sebuah rumah kos di kawasan Ciputat, Tangerang, yang menewaskan dua anaknya, lanjut Makid, Jaelani kembali mendatangi Jaduli untuk memastikan kesiapan dua liang lahat tersebut.
     
"Dalam pertemuan semalam, Pak Jaduli sempat menceritakan, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin (9/10) Pak Jaelani kembali mendatanginya untuk menanyakan tentang kesiapan dua liang lahat tersebut," ujar Makid.
     
Jika dikabulkan, rencananya jenazah kakak beradik teroris tersebut akan dimakamkan di kompleks pemakaman Ki Buyut Sirnabaya, yaitu tempat dimakamkannya kakek Jaelani yang bernama Irsyad dan ayahnya, Saleh.
     
Menurut Makid, Jaelani lahir dan besar di sebuah rumah milik kakeknya, Irsyad. Hingga suatu waktu, Jaelani bekerja sebagai guru dan mendapat tugas sebagai kepala sekolah di Jakarta hingga akhirnya menikah dan menetap di sana.
     
Kondisi rumah leluhur Jaelani tersebut saat ini kosong tidak terurus dengan atap tampak bocor di beberapa sudut. Bahkan, menurut Makid, rumah tersebut saat ini sering ditempati oleh orang gila yang terkadang mengganggu warga sekitar.
     
Keluarga Jaelani yang hingga sekarang masih tinggal di Desa Sampiran adalah adik bungsunya, Jaduli; sedangkan adik perempuannya, Rokhimah, tinggal di Desa Bode, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Jaelani sendiri, setelah pensiun sebagai guru memilih tinggal di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
     
Seperti diberitakan sebelumnya, warga sampiran menolak jenazah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir dimakamkan di desa tersebut dengan alasan selain mencoreng nama baik, juga karena keduanya bukan warga asli desa tersebut.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.