TANGERANG, KOMPAS.com — Hingga Sabtu (10/10) pagi ini, rumah kos yang menjadi sasaran penggerebekan tim Densus 88 Antiteror masih ditutup. Garis polisi masih terpasang di gerbang bangunan berlantai dua ini.
Tidak tampak lagi penjagaan ketat pada rumah kos bercat coklat tersebut. Hanya tampak beberapa petugas berseragam yang duduk di depan gerbang.
Warga yang penasaran tampak berkumpul di depan tempat tertembaknya dua tersangka teroris Bom Kuningan itu.
Puluhan pewarta dari media elektronik dan cetak telah berkumpul di lokasi kejadian sejak pagi. Mereka menunggu olah TKP yang akan dilakukan oleh Puslabfor Mabes Polri. Namun hingga berita ini disusun, belum didapat keterangan resmi kapan olah TKP akan dilakukan. Tim identifikasi belum tampak di lokasi kejadian.
Seperti yang diberitakan, pada Jumat (9/10) sebuah rumah kos di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, digerebek tim Densus 88 Antiteror. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang, keduanya diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M Syahrir. Mereka adalah buronan kasus peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, beberapa waktu yang lalu.

