Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:16 WIB
Nanan: Polisi Terpaksa Menembak
Hindra Liu | msh | Jumat, 9 Oktober 2009 | 20:40 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Aparat masih melakukan penyidikan lokasi penyergapan teroris di sebuah rumah di Jalan Semanggi II RT 2 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10). Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri, namun dua tersangka teroris yakni Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh diduga tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 siang tadi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Densus 88 Antiteror terpaksa menembak orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M Syahrir dalam penggerebekan sebuah kamar kos di Jalan Semanggi II RT 02/RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10) siang tadi.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Nanan Soekarna dalam konferensi pers sore tadi, polisi terpaksa menembak mereka di dalam kamar kos karena dari dalam terjadi pelemparan tiga bom.

"Kami terpaksa menembaknya di kamar kos karena membahayakan keselamatan petugas. Sebenarnya kami ingin menangkap hidup-hidup. Itu prinsip kami," kata Nanan kepada wartawan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat sore.

Setelah penggerebekan, dari kamar Zuhri dan Syahrir ditemukan tujuh bom ukuran kecil.

Terkait kabar tentang keterlibatan mahasiswa dalam kelompok tersebut, Nanan membantahnya. "Tidak ada mahasiswa," katanya tegas. Ketika dicecar lebih lanjut, Nanan akhirnya kembali menyatakan bahwa keterangan rinci, termasuk identitas korban meninggal, akan disampaikan pada Senin depan.

Seperti diberitakan, beredar kabar bahwa penyewa kamar yang ditempati Zuhri dan Syahrir adalah seseorang yang mengaku bernama Sony. Ia tak pernah menyerahkan identitas kepada pemilik kos, tetapi hanya menyebut dirinya kuliah di UIN. Ia juga mengaku bekerja di Jalan Sudirman.

Konferensi pers yang digelar kemarin sedianya akan disampaikan oleh Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Ternyata sepulang dari bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Bambang Hendarso langsung ke tempat kejadian perkara.

Keterangan pun disampaikan oleh Nanan secara singkat. Wartawan yang tidak puas mencoba terus mendesak Nanan agar menyampaikan keterangan lebih terinci, tetapi Nanan bertahan bahwa keterangan akan diberikan pada Senin depan.