Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:10 WIB
Ketertutupan Seputar Hasil Pemeriksaan Jenazah Syaifudin Zuhri
Leo Sunu | jimbon | Jumat, 9 Oktober 2009 | 18:26 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Dua iring-iringan ambulans membawa jenazah yang diduga teroris usai penyergapan di sebuah rumah Jalan Semanggi II RT 2 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10). Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri, namun dua tersangka teroris yakni Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh diduga tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh aparat polisi antiteror, Jumat (9/10) siang.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Dr M Aidy Rawas enggan membocorkan hasil pemeriksaan terhadap kedua jenazah korban penggerebekan di Ciputat, Tangerang Selatan, siang tadi. Sementara Tim Indonesian Automatic Finger Print System (INAFIS) sudah meninggalkan RS Polri sekitar pukul 15.00 seusai memeriksa sidik jari kedua jenazah.

Aidy enggan berkomentar mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim INAFIS tersebut. "Oh itu bukan bagian saya. Info itu nanti dari Mabes Polri," tuturnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10).

Ia juga enggan memberikan kejelasan apakah benar bahwa kedua jenazah tersebut adalah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir sebagaimana yang disebut-sebut. "Wah saya enggak boleh ngomong soal itu. Lagi pula proses identifikasi kan belum selesai," ujar dia.

Namun, kata dia, polisi akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan proses identifikasi. "Kita menunggu data pembanding dari keluarga. Kalau itu sudah ada, proses identifikasi butuh waktu 30 jam," ucapnya.