JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Rumah Sakit RS Sukanto (Polri) Kramat Jati Brigjen Pol M Aidy Rawas mengatakan, proses identifikasi terhadap kedua jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat belum akan selesai dalam waktu dekat ini.
"Sekarang masih proses identifikasi. Kita masih menunggu data pembanding dari keluarga," kata Aidy saat dihubungi wartawan, Jumat (9/10).
Tanpa data pembanding tersebut, pihak RS Polri belum bisa melakukan identifikasi jenazah. Dikatakannya, proses identifikasi tersebut meliputi tes sidik jari, tes DNA, dan pencocokan ciri fisik jenazah. "Proses membutuhkan waktu paling tidak 30 jam," tuturnya.
Hingga saat ini Aidy Rawas sebagai pimpinan RS Polri belum bisa memastikan apakah kedua jenazah tersebut adalah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir sebagaimana yang disebut-sebut.
Siang tadi, Tim Indonesian Automatic Finger Print System (INAFIS) sudah mulai melakukan proses identifikasi untuk sidik jari kedua korban. Sedangkan untuk identifikasi DNA dan ciri fisik jenazah akan dilakukan oleh pihak RS Polri dan Pusdokkes. "Mulai dilakukan nanti malam," tandasnya.

