Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:10 WIB
Identifikasi Jenazah Teroris Butuh Waktu 30 Jam
Leo Sunu | wah | Jumat, 9 Oktober 2009 | 18:03 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Aparat membawa kantong jenazah yang diduga teroris usai penggerebegan di Jalan Semanggi II RT 2 RW 3 , Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10). Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri, namun dua teroris yakni Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh diduga tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 siang tadi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Rumah Sakit RS Sukanto (Polri) Kramat Jati Brigjen Pol M Aidy Rawas mengatakan, proses identifikasi terhadap kedua jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat belum akan selesai dalam waktu dekat ini.

"Sekarang masih proses identifikasi. Kita masih menunggu data pembanding dari keluarga," kata Aidy saat dihubungi wartawan, Jumat (9/10).

Tanpa data pembanding tersebut, pihak RS Polri belum bisa melakukan identifikasi jenazah. Dikatakannya, proses identifikasi tersebut meliputi tes sidik jari, tes DNA, dan pencocokan ciri fisik jenazah. "Proses membutuhkan waktu paling tidak 30 jam," tuturnya.

Hingga saat ini Aidy Rawas sebagai pimpinan RS Polri belum bisa memastikan apakah kedua jenazah tersebut adalah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir sebagaimana yang disebut-sebut.

Siang tadi, Tim Indonesian Automatic Finger Print System (INAFIS) sudah mulai melakukan proses identifikasi untuk sidik jari kedua korban. Sedangkan untuk identifikasi DNA dan ciri fisik jenazah akan dilakukan oleh pihak RS Polri dan Pusdokkes. "Mulai dilakukan nanti malam," tandasnya.