Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:09 WIB
Ibu Zuhri dan Syahrir Masih Syok
Siwi Yunita Cahyaningrum | Edj | Jumat, 9 Oktober 2009 | 17:19 WIB
|
Share:

Persda Network/FX Ismanto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna, Rabu (19/8) di Mabes Polri, memperlihatkan wajah Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi saat mengumumkan empat nama dan wajah DPO yang diduga terlibat aksi terorisme peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton.

TERKAIT:

KUNINGAN, KOMPAS.com — Keluarga Jaelani Irsyad di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, syok mendengar kabar Syaifudin Zuhri (32) dan Syahrir atau Aing (38) tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (9/10) siang tadi. Keluarga ini mendapat kabar tersebut dari saudara mereka yang bekerja di Tangerang dan Densus 88 Antiteror.

Ibu Syaifudin Zuhri dan Aing, Arsenih, mengaku mendapat kabar dari Densus 88 lewat telepon yang diterima oleh Eri Djuariyah, anak bungsu Arsenih. "Jika harus tewas ya saya pasrah. Namanya juga anak banyak, ada yang seperti itu, ada yang tidak," kata Arsenih ketika ditanya reaksinya.

Tim Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah kos di Jalan Semanggi II RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syahrir dan Syaifudin Zuhri. Keduanya adalah buronan sejak kasus Bom Kuningan.