BANDUNG, KOMPAS.com — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Tentara Nasional Indonesia (TNI), 5 Oktober 2009, di lingkungan Komando Daerah Militer III/Siliwangi dilaksanakan secara sederhana dan dalam suasana keprihatinan terjadinya bencana alam berupa gempa bumi yang melanda Sumatera Barat dan Jawa Barat.
"Peringatan HUT ke-64 TNI di lingkungan Kodam III/Siliwangi dengan syukuran dan pemotongan tumpeng," kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary.
Kesederhanaan itu sebagai bentuk keprihatinan atas situasi dan kondisi yang melanda Indonesia karena banyak gempa. Pihaknya juga merasa prihatin atas bencana tersebut.
"Kita prihatin banyaknya gempa yang melanda Indonesia. Apabila ada dana lebih, baiknya disumbangkan kepada korban musibah gempa," ujarnya.
Upacara memperingati HUT TNI ke-64 tersebut dilakukan oleh satuan masing-masing. Hal tersebut, seperti di tahun sebelumnya, upacara digelar di satuan masing-masing.
"Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, upacara peringatan HUT TNI dilakukan di satuan masing-masing. Namun, upacara besar dilakukan di Jakarta," pungkasnya.
Selain itu, dalam meramaikan HUT TNI ke-64 ini, pihaknya juga menyelenggarakan beberapa pertandingan olahraga, seperti sepak bola dan bola voli.
"Pertandingan tersebut bukan hanya di pihak TNI. Namun, bersama masyarakat. Hal tersebut ditujukan untuk membina kesatuan dan kekeluargaan antara anggota TNI dan masyarakat," ujarnya.
Disinggung mengenai pemberian penghargaan terhadap anggota TNI yang berprestasi, Pangdam mengungkapkan, ada beberapa penghargaan yang akan diberikan kepada anggota TNI yang berprestasi.
Namun, penghargaan tersebut tidak akan diberikan saat ini, pihaknya masih mencari waktu yang tepat untuk memberikan penghargaan tersebut.
"Salah satunya penghargaan yang akan diberikan Komandan Korem Bogor. Dengan biaya secara swadaya bisa membangun markas secara swadaya," paparnya.
Hal senada juga dipaparkan Kepala Dinas Kepustakaan dan Penerangan Lanud Husein, Kapten Asni Wati. Menurutnya, pelaksanaan HUT TNI ke-64 berlangsung sederhana juga. Tidak ada parade-parade yang biasa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Upacara besar dilakukan di Jakarta. Namun, untuk daerah dilakukan oleh satuan masing-masing," paparnya.
Namun, saat ini pihaknya telah menyelenggarakan pertandingan bola voli putri dan masih berlangsung.


