Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 04:36 WIB
Maksimal Seminggu, Listrik di Padang Pulih
Haryo Damardono | Sabtu, 3 Oktober 2009 | 17:10 WIB
|
Share:

KOMPAS.IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Relawan melintas di depan bangunan Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, yang hancur akibat gempa bumi, Jumat (2/10). Diperkirakan ratusan korban masih terjebak di reruntuhan bangunan ini. Gempa bumi berskala 7,6 skal richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pasokan listrik di Kota Padang akan pulih 100 persen, selambatnya dalam tempo satu minggu. Hari sabtu ini, menurut Wapres, sebanyak 60 persen kota sudah teraliri listrik.

"Secara bersamaan, ketika listrik dan bahan bakar minyak sudah terpenuhi, maka kita akan masuk tahap rehabilitasi," kata Wapres, Sabtu (3/10) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat. Dalam jumpa per situ, Wapres didampingi Men teri ESDM Purnomo Yusgantoro, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

Dikatakan Wapres, jalur telekomunikasi juga sudah mulai kembali normal. Di rumah dinas Gubernur Sumbar, kini sudah dilayani oleh hotspot Telkomsel dan Telkom. Kini, tak lagi hanya operator Excelcomindo yang beroperasi normal di Padang.

Ditambahkan Wapres, BBM juga sudah kembali normal. Sebenarnya masih terlihat antrean, tapi secara umum dibutuhkan tak lebih dari 15 menit untuk mengantre BBM di SPBU.

Yang kini menjadi persoalan adalah, ketersediaan air bersih. Ini tentu saja ada korelasinya dengan penetrasi listrik di kota Padang yang hanya mencapai 60 persen. Dan, masyarakat Padang pun sudah terbiasa dengan PDAM, jadi tak di setiap rumah mempunyai sumur timba.