BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Gempa yang terjadi di Sumatera Barat, Rabu (30/9) pukul 17.16 menggerakkan masyarakat Bandar Lampung. Sejumlah elemen m asyarakat menggalang dana bantuan dan menyiapkan tenaga sukarela dengan ketrampilan untuk dikirim ke Sumatera Barat.
Pemantauan Kompas, Kamis (1/10) di bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung menggalang dana bantuan untuk dikirim ke Padang, Sumatera Barat. Selain di bundaran Tugu Adipura, mereka juga beraksi di sekitar kampus.
Sementara, Ade Utami Ibnu, Humas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung mengatakan, PKS sudah menyiapkan tim relawan yang akan diberangkatkan ke Sumatera Barat.
DPW PKS Lampung memiliki 100-an tenaga relawan yang pernah bertugas dalam misi kemanusiaan saat tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan gempa Yogyakarta. "Mereka itu sudah memiliki pengalaman dan ketrampilan menghadapi korban gempa atau bencana alam. Jadi, ke100 orang sukarelawan itulah yang diprioritaskan untuk diberangkatkan," ujar Ade.
DPW PKS Lampung masih perlu menyelesaikan pendataan atau inventarisasi kebutuhan masyarakat korban gempa di Sumatera Barat. Pada Kamis malam ini, DPW PKS akan menggelar rapat untuk memastikan kemampuan sukarelawan, jumlah dan jenis tenaga trampil yang dibutuhkan, hingga koordinasi kerja di Sumatera Barat. Rencananya, Jumat (2/10) pagi sukarelawan bencana PKS Lampung akan mulai dikirim.
Selain menyiapkan sukarelawan trampil, PKS Lampung juga melakukan penggalangan dana bantuan. Penggalangan dana bantuan dilakukan serentak di pusat-pusat keramaian di 13 kabupaten/kota di Lampung. "Dana yang terkumpul juga akan segera kami kirim untuk membantu korban gempa," ujar Ade.
Sementara itu, Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) di Lampung berupaya mendirikan dua posko pusat informasi. Posko informasi tersebut didirikan di hotel Indra Puri Bandar Lampung dan di sekretariat KBSB di Lampung di Jalan Way Rarem, Bandar Lampung.
Ketua KBSB Lampung Wirman mengatakan, posko informasi tersebut mendesak didirikan untuk menyediakan informasi bagi masyarakat Sumatera Barat di Lampung dan terkendala putusnya akses komunikasi.
"Gempa kemarin sudah memutuskan jalur komunikasi. Posko tersebut bisa dijadikan salah satu tumpuan masyarakat Sumatera Barat di Lampung yang ingin tahu tentang nasib sanak famili mereka di Sumatera Barat namun terkendala putusnya jalur komunikasi," ujar Wirman.
Selain sebagai posko pencarian informasi oleh masyarakat, posko tersebut juga terus memonitor kondisi terakhir Sumatera Barat paska gempa dan bisa diinformasikan kepada masyarakat. Posko juga membuka kotak sumbangan bagi masyarakat Lampung yang hendak membantu korban gempa sekaligus menyalurkan sumbangan tersebut.


