JAKARTA, KOMPAS.com- Departemen Kesehatan telah mengirim 91 orang serta bantuan biaya operasional sebesar Rp 200 juta untuk membantu penanggulangan gempa di Sumatera Barat. Depkes juga akan mendirikan rumah sakit lapangan untuk merawat korban luka-luka.
"Tim membawa satu truk obat dan lima ton MP-ASI," ucap Kepala Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes dr. Rustam S. Pakaya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (1/10).
Rustam menjelaskan, tenaga yang dikirim berasal dari tim Depkes sebanyak 37 orang, TNI sebanyak 32 orang, Bulan Sabit Merah 10 orang, Medical Rescue Committee 11 orang, dan RS Kartini Bekasi 1 orang. Petugas yang dikirim terdiri dari dokter bedah, dokter bedah orthopedi, dokter anestesi, dokter umum, dokter spesialis kejiwaan, dokter anak, dokter residen bedah syaraf, dokter kandungan, perawat, bidan, petugas logistik, tenaga administrasi, dan tenaga lain.
Selain tenaga dari pusat, papar Rustam, bantuan tenaga juga dikirim dari PPK Sub Regional Sumatera Utara sebanyak 16 orang. Tim membawa 3 mobil ambulan, 1 mobil operasional, 1 paket obat, 100 kantong mayat, 30 dus MP-ASI, 10 kotak masker, dan 3 tabung oksigen.
Selain itu, tambahnya, PPK Regional Sumatera Selatan, Rabu ( 30/9 ) malam, telah mengirim tenaga sebanyak 24 orang. Tim membawa 1 mobil ambulan, 1 mobil klinik, 2 mobil operasional, 60 dus MP-ASI, dan 20 kantong mayat.
"Pemerintah juga mengirim enam menteri meninjau lokasi bencana serta menyerahkan bantuan. Mereka yaitu Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadilah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsjah, dan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal," jelas Rustam.

