Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Kebakaran Susul Gempa di Padang

Rabu, 30 September 2009 | 21:25 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sejumlah kebakaran dilaporkan terjadi di Kota Padang menyusul gempa berkekuatan 7,6 SR yang juga goncangannya juga dirasakan di Sumatera Utara, Riau, dan Singapura.

Seperti dilansir kantor berita Antara, sejumlah warga Kota Padang melaporkan  terjadinya kebakaran rumah di kawasan Jati dan sebuah plaza atau pusat perbelanjaan di wilayah lain juga dilalap si jago merah.

Rumah warga di kawasan Jati sendiri banyak yang rusak, terutama rumah batu tampak dari dindingnya yang ambrol, sedangkan warga setempat banyak berada di halaman bangunan yang agak luas, seperti kantor atau gedung pemerintahan, katanya.

Seorang dosen UNP, Bambang dan istrinya, yang berdomisili di kawasan lain di kota itu dilaporkan belum berhasil menemukan anak semata wayang mereka, Aditiya, pelajar sebuah SLTP yang berada di sebuah gedung mengikuti kursus di Sony Sugema ketika gempa terjadi sekitar pukul 17.16 WIB, sedangkan gedung kursus itu rusak berat.

Laporan lain menyebutkan bahwa warga juga banyak yang mengamankan diri di masjid-masjid yang berada sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, namun informasi lebih lengkap tentang kebakaran yang terjadi belum diketahui.

Warga Minang di luar Kota Padang dilaporkan masih banyak yang cemas karena tidak dapat menghubungi keluarga mereka meski sambungan telepon seluler sudah mulai berfungsi kembali.

"Jaringan telepon seluler yang berfungsi itu hanya yang disediakan operator tertentu," kata Amrina, seorang warga.

Sebuah keterangan yang diterima Antara Medan melalui jejaring sosial Facebook menyebutkan bahwa sejumlah kendaraan terjatuh di tikungan (kelok) 44 di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, akibat goncangan gempa tersebut.

Sejumlah kenderaan roda empat jatuh dari badan jalan karena saat sedang meliuk-liuk di rute lereng bukit yang juga menjadi bait sebuah lagu itu, tetapi informasi lebih lanjut mengenai kecelakaan tersebut belum diketahui, katanya.

Gambaran umum tentang dampak gempa di Kota "bingkuang" Padang belum diketahui, termasuk kondisi di kawasan permukiman sepanjang bibir Pantai Padang.

Seorang warga Padang yang berdomisili di Jakarta, Ny Syafni Richard, memberitahu bahwa rumah orangtuanya tidak jauh dari pantai itu di kawasan elite, Jalan Pancasila Padang, sudah rata dengan tanah, tetapi penghuninya berhasil menyelamatkan diri atau terhindar dari musibah.

Rumah bernuansa masa lalu tersebut dan tanahnya sempat bernilai miliaran rupiah, tetapi beberapa tahun terakhir nilai jualnya anjlok setelah isu tentang ancaman tsunami yang akan "menggulung" Kota Padang merebak secara luas di tengah-tengah masyarakat setempat.


Editor :
Sumber: