MAGETAN, KOMPAS.com -
”Tidak ada cara lain, jika kebakaran hutan ingin segera dipadamkan, harus segera dilakukan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter,” ujar administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, Hadi Sulistyo, di kantor Bagian KPH (BKPH) Lawu Selatan, Selasa (29/9).
Desakan pemadaman menggunakan helikopter ini muncul karena titik api di petak 41 BKPH Lawu Utara di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan sulit dijangkau manusia, mulai kemarin pagi menyebar ke petak 73 RPH Bedadung, BKPH Lawu Selatan, di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Kebakaran di petak 73 ini pun tidak bisa dipadamkan akibat medan yang berat karena banyak jurang dan tebing curam. Sekitar pukul 12.00 api di petak 73 turun membakar hutan di petak 53 RPH Bedadung. Akibat kebakaran yang meluas di Magetan, petugas Kepolisian Resor Magetan, Kodim 0804 Magetan, bersama warga di pinggir hutan langsung membuat ilaran (sekat bakar pencegah kebakaran menjalar) di Kecamatan Panekan. Ilaran lain akan dibuat di Plaosan. Wakil Kepala Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Eddy Djanad telah meminta Departemen Kehutanan dan Badan SAR Nasional (Basarnas) mengirim helikopter guna membantu memadamkan kebakaran sejak Senin lalu. Shalat juga digelar di areal perkemahan di Girimulyo selama sekitar satu jam untuk memohon agar hujan diturunkan guna memadamkan kebakaran. Jalur pendakian Gunung Lawu dari wilayah Jawa Tengah, Selasa, mulai ditutup menyusul terjadinya kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Penutupan terjadi di pos pendakian Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar. Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Dwidjono Kiswurjanto, mengatakan penutupan dilakukan untuk menghindari timbulnya korban. Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa, masih dikepung asap kebakaran lahan dan semak belukar. Akibatnya tidak ada pesawat yang mendarat di Bandara Tjilik Riwut, dari pagi hingga siang, karena jarak pandang di landasan pacu hanya 50-500 meter. Hal serupa terjadi di Kota Jambi yang tertutup kabut asap dan berjarak pandang hanya 500 meter. Gangguan asap menyebabkan semua kegiatan penerbangan ditunda karena Bandara Sultan Thaha terpaksa ditutup sementara. Supervisor Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi Kurnianingsih mengatakan, jarak pandang pada Selasa pagi masih normal, tetapi makin siang makin gelap. Pukul 10.15 jarak pandang di bawah 700 meter dan terus menurun 500 meter pada pukul 10.30.


