Kapolda: Saat Ini Kalbar Aman, Akrab, Bersaudara - Kompas.com

Kapolda: Saat Ini Kalbar Aman, Akrab, Bersaudara

Kompas.com - 28/09/2009, 17:43 WIB

Pontianak, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Erwin TPL Tobing menyatakan situasi daerah tersebut saat ini dalam keadaan aman, akrab, dan bersaudara. Namun, jika ada seruan yang mengajak ke arah perdamaian hendaknya disikapi arif dan bijaksana.

"Kalau ada seruan kita sikapi dengan arif dan bijak. Tetapi kok ternyata ada beberapa yang komplain?" kata Kapolda Erwin TPL Tobing di Pontianak, Senin (28/9). Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda sehubungan adanya seruan yang dikeluarkan puluhan warga Kota Pontianak yang mengharapkan terciptanya perdamaian di daerah tersebut.

Namun, Kapolda mengaku heran, beberapa nama orang yang dianggap penting tetapi tercantum dalam seruan itu, saat dikonfirmasi ternyata mengatakan tidak tahu-menahu.

Menurut Erwin Tobing, "Seruan Pontianak" hendaknya disikapi dengan arif dan bijaksana. "Saat ini situasi di Pontianak aman, akrab, dan bersaudara. Saya tidak tahu motivasinya, tetapi ada sekelompok masyarakat membuat pernyataan itu, saya baca, saya renungkan. Hanya nilainya ini bagaimana. Karena orang tidak mengerti? Jangan asal memasukkan nama orang," katanya.

Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr Chairil Effendy, saat dihubungi menyatakan tidak tahu-menahu mengenai adanya seruan itu. "Saya tidak pernah dihubungi dan diajak diskusi soal itu," katanya. Chairil keberatan namanya dicantumkan dalam seruan tersebut. "Sebenarnya keberatan karena tidak diajak ngomong. Kaget tidak diajak diskusi," katanya.

Menurut Chairil, jika bicara mengenai masalah perdamaian, tentu saja ia setuju membahas masalah tersebut. Pembicaraan masalah perdamaian di kampus juga sangat dikedepankan. "Tetapi kalau seruan itu, saya tidak tahu-menahu," katanya.

Chairil menyatakan sudah menghubungi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam penyusunan seruan tersebut. Dari penjelasan pihak tersebut, alasan pencantuman nama Chairil Effendy karena dinilai selama ini merupakan salah satu tokoh di Kalbar yang peduli dengan masalah perdamaian. "Setelah tahu nama saya ada di daftar seruan itu, saya langsung menghubungi orangnya," katanya.

"Seruan Pontianak" memuat 77 nama warga Kalbar yang terdiri dari anggota lembaga swadaya masyarakat, akademisi, aktivis, politisi, dan wartawan. Sejumlah orang dihubungi melalui e-mail, pesan di Facebook, telepon, dan pesan singkat melalui telepon genggam untuk mengetahui kesediaan nama mereka dimasukkan dalam daftar tersebut.

Namun, menurut Kapolda Erwin, setelah membaca seruan yang dimuat salam bentuk iklan satu halaman penuh pada tiga media cetak, yaitu Pontianak Post, Borneo Tribune, dan Tribun Pontianak, itu ia langsung menghubungi beberapa temannya. Namun, sebagian dari mereka menyatakan terkejut dan tidak tahu-menahu dengan adanya seruan tersebut.  

Seruan yang terdiri dari sembilan alinea itu pada alinea pertama dibuka dengan kalimat keprihatinan dengan adanya ketegangan yang terjadi di antara beberapa warga Kalbar akhir-akhir ini. "Sengketa kecil antarperseorangan, dari soal mobil tergores parkir motor, sekaleng cat hingga pembelaan perempuan, berujung perkelahian besar."

Alinea berikutnya menyatakan harapan agar polisi, jaksa, dan hakim bekerja keras, tidak berat sebelah, dan bertindak sejujur-jujurnya dalam menegakkan hukum.

Beberapa pihak yang mewakili etnis tertentu di Kalbar menyatakan berkeberatan dengan isi seruan karena memuat angka-angka korban peristiwa kerusuhan dan konflik yang pernah terjadi di Kalbar beberapa tahun lalu. Mereka juga keberatan dengan dimuatkan simbol burung enggang yang sedang bertengger di atas tumpukan tengkorak manusia.

Editor

Close Ads X