Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:18 WIB
Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar
Benny N. Joewono | Senin, 28 September 2009 | 13:22 WIB
|
Share:

FRANS AGUNG
Ilustrasi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satu keluarga yang terdiri atas suami-isteri dan seorang balita, Senin (28/9) tewas terbakar. Kebakaran yang menghanguskan enam kios ini melanda Pasar Pagi, di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.

Berdasarkan informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebagian besar bangunan yang terbakar adalah kios sembako.

Korban tewas adalah pasangan suami-isteri, Pendi (27) dan Rika (22). Sedangkan seorang korban lainnya anak dari pasangan tersebut diketahui bernama Sawil, bocah berusia empat bulan.

Seorang pedagang yang juga menjadi saksi mata, Siman, mengatakan api pertama terlihat dari toko sembako berlantai dua yang ditempati korban.

Siman mengatakan warga sempat melempar batu kerikil untuk membangunkan korban, namun api cepat membesar sehingga penghuni tak sempat menyelamatkan diri.

"Mereka terjebak di dalam toko dan tak sempat keluar. Sedangkan toko itu tidak memiliki pintu keluar dari belakang gedung," ujar Siman.

Sekitar tujuh mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, tak lama setelah api berkobar. Namun, enam kios terlanjur dilalap api karena bangunan terbuat dari kayu. "Pedagang tak sempat membawa keluar barang dagangan mereka," ujarnya.

Seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran, Selly, mengatakan, tiga kios sembakonya ludes. Kerugian yang dideritanya mencapai ratusan juga rupiah. "Saya hanya sempat mengeluarkan uang tunai dan lemari es saja," katanya.

Kapolsekta Sukajadi AKP Jonnedi mengatakan, jenazah ketiga korban baru bisa dievakuasi dua jam setelah kebakaran. Tiga korban ditemukan meninggal dunia ditemukan di dua lokasi berbeda.

Jenazah Pendi berada di lantai dasar, sedangkan isteri dan anaknya ditemukan di lantai dua dalam kondisi berpelukan. "Istri dan anaknya ditemukan di lantai dua, meninggal dalam kondisi ibu memeluk erat bayinya," kata Jonnedi.

Seluruh korban dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan telah dikembalikan ke kerabatnya. Sampai sekarang jenazah ketiganya masih di sana. Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki.

Ia menambahkan, kebakaran ini merupakan yang pertama terjadi di Pekanbaru setelah Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Sumber :
ANT