JAKARTA, KOMPAS.com-Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun 3.000 rumah bambu bagi para korban gempa Tasikmalaya.
"Awalnya kami mau membangun 1.000, tapi ditambah lagi menjadi 3.000 rumah bambu. Rumah itu bantuan dari berbagai pihak," ujar Mar'ie Muhammad, Ketua Umum PMI Indonesia, di Jakarta, Sabtu (26/9 ).
Mar'ie menuturkan daerah yang menjadi fokus pembagunan rumah bambu tersebut adalah daerah yang mengalami rusak berat dan banyak rumah roboh, seperti Pangalengan ataupun Garut.
Hingga saat ini, baru 50 rumah bambu yang selesai dibangun . Namun Mar'ie optimistis dalam waktu dekat seluruh rumah bambu dapat diselesaikan. "Kita mengerjakan bersama-sama dengan warga. Jadi pasti cepat selesainya," ucapnya dia.
Rumah itu, kata Mar'ie, diperuntukan bagi warga yang rumahnya hancur dalam bencana gempa tersebut. Warga cukup mendaftar tanpa dikenai biaya apapun.
Meski demikian, Mar'ie tetap meminta kepada pemerintah untuk segera membangun rumah permanen bagi para korban. Pasalnya rumah bambu hanya mampu bertahan selama tiga tahun. "Rumah-rumah yang rusak harus direnovasi atau dibangun kembali agar para korban segera dapat kembali dan hidup seperti sedia kala. Hal tersebut jangan dianggap remeh, terkadang rumah menjadi sumber mata pencarian," tegasnya.


