Rabu, 3 September 2014

News / Nasional

MUI Solo Minta Teroris Ditumpas dan Dihabisi

Jumat, 25 September 2009 | 16:17 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Ribuan umat Muslim Kota Solo, Jumat (25/9) siang, menghadiri undangan aksi damai yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo di Lapangan Kota Barat Solo. Acara yang bertema "Islam Memberitahu Dunia Bahwa Terorisme Bukan Islam" ini dihadiri ribuan umat Muslim Solo. 

Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 dibuka Ketua MUI Kota Solo Zainal Adnan dihadiri Muspida Kota Solo, antara lain Wali Kota Solo Joko Widodo, Kepala Kepolisian Kota Besar Solo Komisaris Besar Joko Irwanto, perwakilan anggota DPRD Kota Solo, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Tampil sebagai pembicara tokoh masyarakat Mudrick Sangidoe, Ustaz KH Wahyudin (mewakili pondok pesantren), dan Ustaz Ahmad Sukino. Ketiganya meneriakkan bahwa Islam bukanlah teroris, dan mewaspadai jangan sampai Islam dipolitisasi.

Mudrick menyerukan bahwa teroris harus diperangi, dan menegaskan teroris itu bukan Islam, dan Islam bukan teroris. Hal yang sama juga disampaikan Ustaz Wahyudin yang juga menyatakan apresiasi terhadap kepolisian dalam memerangi teroris.

Ustaz Ahmad Sukino mengingatkan masyarakat Kota Solo agar waspada, jangan sampai terpengaruh dengan teroris dan mengubrak-abrik citra Kota Solo.

Dalam acara ini terlihat sejumlah spanduk bertulisan antiteroris, seperti "Tumpas dan Habisi Teroris Seakar-akarnya" dan "Cegah Teroris Berkembang di Solo". Puluhan aparat kepolisian mengawasi kegiatan ini. Kegiatan ini mendapat perhatian dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmodjo, yang langsung mendatangi Kota Solo.


Editor :