Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:50 WIB
Pantauan Hilal Terkendala Cuaca
Rini Kustiasih | Sabtu, 19 September 2009 | 18:55 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com - Pemantauan hilal atau bulan sabit yang menandai dimulainya bulan Syawal 1430 Hijriyah, terkendala cuaca. Pada sejumlah titik pemantuan terjadi hujan dan pandangan terhalang awan tipis.

Hal itu terungkap dalam laporan sementara tim rukyat Departemen Agama, Sabtu (19/9) pada sembilan titik, yakni di Ternate, Pantai Barat Kupang, Makassar, Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, Masjid Agung Semarang.

Di Makassar, hilal belum terlihat karena terhalang awan tipis. Sementara di Tanjung Kodok terjadi hujan yang mengakibatkan peralatan untuk melihat hilal belum bisa dimaksimalkan. Di Kupang juga dilaporkan hilal belum terlihat karena cuaca berawan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengatakan, kondisi itu menjadi tantangan bagi para ahli untuk menciptakan alat atau teropong yang bisa menembus hambatan awan dan cuaca buruk. "Sebab dengan jarak pandang yang terbatas, manusia memerlukan alat untuk memudahkan pemantauan hilal" ujarnya.