MERAK, KOMPAS.com - Posko kesehatan di Pelabuhan Merak sejak lima hari terakhir kebanjiran pasien pemudik dan pasien yang ditangani secara medis mencapai ratusan orang.
"Sebagian besar mereka terserang gangguan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) akibat kelelahan selama menempuh perjalanan," kata petugas Posko Kesehatan Pelabuhan Merak, dr Dewi, Jumat.
Dewi mengatakan, pasien yang ditangani itu kebanyakan menderita gangguan ISPA sehingga penyakit ini tidak membahayakan bagi kesehatan pemudik.Selama ini, pihaknya belum ada pasien pemudik yang dirujuk ke rumah sakit.
Sebagian besar mereka terserang penyakit ISPA akibat kelelahan selama menempuh perjalanan jauh.Apalagi, mereka menggunakan kendaraan sepeda motor dengan cuaca terik matahari.
Dengan kondisi seperti tersebut, tentu berpotensi terserang gangguan pernapasan.
Bahkan, pihaknya juga banyak kedatangan pasien dalam kondisi pingsan akibat kelelahan selama menempuh perjalanan, terlebih mereka menjalankan ibadah puasa.
"Saat ini kami bisa menangani pasien dengan baik karena ditunjang terpenuhinya obat-obatan dan sarana yang memadai," katanya.
Dia menyebutkan, posko kesehatan yang didirikan Dinas Kesehatan Kota Cilegon sebanyak empat lokasi di antaranya Terminal Merak Terpadu dan Pelabuhan Merak. Sedangkan, posko Pelabuhan Merak sepanjang Jumat mencapai 26 orang.
Menurut dia, setiap posko tim kesehatan terdiri dari dokter, para medis, dan dibantu petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dan Pramuka.
"Kami siap melayani selama 24 jam bagi pemudik Lebaran 1430 Hijriayah," katanya. Sementara itu, Sahrul Sabar (45) seorang pasien pemudik mengatakan dirinya merasa terbantu dengan adanya pelayanan posko kesehatan gratis di Pelabuhan Merak.
"Saya awalnya pusing-pusing karena menempuh perjalanan dari Bandung, namun setelah diobati di posko kini kembali membaik kesehatannya," ujar Sahrul Sabar yang hendak mudik ke Lampung Tengah.

