Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:49 WIB
SPBU di Pantura Diserbu Pemudik Bermotor
Christoporus Wahyu Haryo P | Jumat, 18 September 2009 | 19:40 WIB
|
Share:

LOHBENER, KOMPAS.com - Ribuan pemudik yang menggunakan sepeda motor , sejak Jumat pagi (18/9) hingga malam ini, menyerbu sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sepanjang jalur pantai utara Jawa, khususnya di ruas Kandanghaur-Lohbener. Waktu antrean untuk mengisi bahan bakar di beberapa SPBU bisa mencapai setengah jam.

Pantauan di SPBU Kandanghaur, ratusan antrean pemudik motor mulai mengantre di sana sejak pukul 07.00. Bahkan petugas SPBU agak kewalahan mengatur antrean sepeda motor yang cukup banyak dan berlangsung hingga pukul 12.00. Beruntung premium di SPBU itu tidak sampai kehabisan karena menurut salah seorang karyawan bernama Nuryaman, tangki di sana baru saja diisi sekitar 60.000 liter.

Antrean panjang di sejumlah SPBU lebih dikarenakan kepanikan pemudik yang mendapati dua SPBU di sekitar Pamanukan yang sudah habis. Pantauan di SPBU sepanjang Kandanghaur-Jatibarang yang berada di sisi selatan jalan pantura, stok BBM tidak ada yang kosong.

"Tadi mau mengisi di Pamanukan tapi bensin di sana habis. Mau tidak mau mengantre di sini karena bensin di tangki sepeda motor menipis," kata Rudi (32), pemudik yang hendak pulang ke Magetan.

Ruas Pamanukan-Kandanghaur-Lohbener memang potensial diserbu pemudik motor yang rata-rata telah menempuh jarak sekitar 160 kilometer. Meski sebelumnya mereka sudah mengisi bahan bakar penuh dalam perjalanan dari Jakarta, sebagian besar dari pemudik tetap mengisi lagi karena kemacetan di ruas Bekasi-Karawang pada Jumat dini hari membuat konsmsi bahan bakar boros.

"Dari Bekasi-Karawang macet lima jam," kata Sutono (41), pemudik yang hendak menuju Wonosobo.  

Karyawan SPBU Lohbener, Astuti mengungkapkan, antrean cukup padat hanya terjadi pada pukul 07.00-9.00. Menjelang siang antrean di sana berangsur normal.  

 

Kecelakaan

Kondisi arus lalu lintas jalan pantura di ruas Kandanghaur-Lohbener pada Jumat relatif lancar. Kepadatan kendaraan yang terpantau berkisar 40-50 sepeda motor dan 30-40 mobil per menit, dengan kecepatan berkisar 60-70 kilometer per jam.

Arus lalu lintas di sekitar Eretan Kulon pada dini hari pukul 01.00-01.30 sempat tersendat karena ada kecelakaan bus Dewi Sri yang menabrak mikrobus dari belakang.

Kejadian bermula saat mikrobus yang hanya ditumpangi sopir berusaha berbalik arah dari Cirebon. Dari arah yang sama, bus Dewi Sri yang kosong menabrak dari belakang sehingga mikrobus itu terpental ke seberang jalan dan menghantam sebuah pikap yang melaju dari arah berlawanan.Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Pantauan jalur pantura dari arah Cirebon-Pamanukan, arus lalu lintas didominasi ratusan bus kosong. Meski demikian jalanan relatif lengang dan kendaraan bisa melaju hingga kecepatan 100 kilometer per jam.