TEGAL, KOMPAS.com — Pemudik memilih menggunakan bajaj untuk pulang kampung dan merayakan Lebaran karena lebih hemat biayanya ketimbang sarana transportasi lain. "Perjalanan ke kampung halaman dengan menggunakan bajaj lebih menyenangkan dan lebih hemat dibandingkan dengan naik bus," kata Maptuko, seorang pemudik dari Jakarta ke Pemalang, Jawa Tengah, yang sedang istirahat di tepi salah satu ruas jalan, di Tegal, Jumat (18/9).
Ia mengaku, setiap hari menjadi penarik bajaj di Jakarta dan dalam beberapa tahun terakhir mudik dengan menggunakan bajaj. Selama perjalanan mudik, katanya, ia bisa menikmati pemandangan lebih leluasa ketimbang naik bus.
Menurut Maptuko, butuh sekitar 20 liter bensin dan 20 liter oli atau total biaya bahan bakar minyak Rp 46.000 untuk perjalanan mudik dengan menggunakan bajaj dari Jakarta menuju Pemalang. "Itu sudah untuk mengangkut tiga sampai empat orang," katanya.
Kalau naik bus, lanjutnya, kemungkinan butuh biaya antara Rp 60.000 dan Rp 100.000 per orang.
Pemudik menggunakan bajaj lainnya, Tosim, mengatakan, ia beberapa kali bersama anggota keluarganya mudik ke Tegal menggunakan bajaj. Ia telah 12 tahun bekerja di Jakarta sebagai penarik bajaj. Ia mengatakan, mudik naik bajaj juga meningkatkan semangat kekeluargaan.
Ia mengaku mudik bersama sejumlah penarik bajaj asal Tegal lainnya secara rombongan. "Kalau bajaj rusak di jalan, kita atasi bersama-sama," katanya.
Pantauan di Kota Tegal hari ini, arus lalu lintas terlihat padat oleh berbagai kendaraan yang melewati jalan utama di kota itu. Antrean kendaraan relatif panjang tampak di depan Pasar Martoloyo selama beberapa saat. Polisi terlihat berusaha mengatur lalu lintas di depan pasar itu supaya lancar.


